Ingin Menggaet Pelancong dan Investor, Begini Strategi PT Jababeka Morotai

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Guna menggenjot kedatangan turis lokal maupun mancanegara, PT Jababeka Morotai selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai membuat berbagai terobosan, salah satunya melalui paket tour dari Bali ke Morotai.

“Kami berencana akan membuat paket paket tour dari Bali ke Morotai untuk membawa turis yang sudah di Bali dan dari Australila, dan kami akan ada membuat carter flight dari China, Jepang, Taiwan untuk direct flight berkunjung ke Morotai, dengan paket wisata lainnya seperti diving, hopping island. Selain itu, kami harapkan bandara sudah standar Internasional di akhir tahun ini,”kata Basuri Direktur Utama PT Jababeka Morotai dalam keterangannya kepada INDUSTRY.co.id, Senin (1/4/2019).

Tak hanya itu, marina juga rencananya akan dibuat yang akan mendatangkan Cruise dari luar negri untuk datang ke Morotai dengan rute Morotai – Raja Ampat – Maluku – Banda – Manado.

Basuri mengatakan, dalam proyek Morotai, pengembangan di tahap awal adalah seluas 300Ha dari 1.101.76 HA ini akan dihuni 100 pabrik, 1000 Unit Landed House, 200 Unit Rumah / Homestay, Area Commercial, Street mall, Pusat Bisiness, Stadion Olah Raga yang rencana akan di bangun oleh Pemda Morotai, 10 Tower Loft Studio dengan fasilitasnya area hiburan, pendidikan, kesehatan dll menjadikan kawasan ini kota mandiri yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Morotai.

Pada saat ini sudah terbangun Homestay sebanyak 41 Unit, Ruko 6 Unit, Gedung Administrator yang sudah berfungsi, Gerbang Utama dengan 14 pilar dan Infrastruktur kawasan, serta 1 tower Loft studio sebanyak 81 unit dari rencana 10 Tower untuk menampung para turis dari luar dan dalam negeri.

Di kawasan KEK sudah ada  Investor untuk pabrik pengolahan ikan, lalu green energy seperti solar cell, electric car dan Water Treatment.

“Kami juga dalam proses addendum KEK untuk lokasi di Tanjung Dehegila yang sudah disetujui oleh Bupati dan Gubernur. Sudah ada investor yang berinvestasi di bidang Pariwisata dimana sudah dibangun 5 unit Villa yang sudah beroperasi dengan total rencana yang dilanjutkan 80 unit villa / resort lainnya, dan akan masuk lagi beberapa investor yang akan membangun hotel / resort,” ujarnya

Dampak Dari Investasi KEK Morotai.

Perkiraan nilai yang di Investasikan adalah total Rp. 6,8 T untuk 1.100 Ha (USD 523 Million), yang akan menyerap 30.000 orang tenaga kerja.

Pada saat ini sudah tersedia listrik sebesar 5 MW, sudah tersedia air di dalam kawasan yang sudah bisa di pakai oleh konsumen, internet sudah akan di support oleh BAKTI (Kominfo)

“Kami berjuang keras untuk mewujudkan proyek ini dengan dukungan terbaik dari Kementerian Perekonomian, Kementerian Pariwisata dan bebrapa kementerian yang lainnya; Gubernur Maluku Utara dan Bupati Morotai serta dukungan dari masyarakat,” tandasnya