Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com THE HUB TO INDONESIAN AND ASEAN MARKETS Tue, 10 Nov 2020 12:23:41 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0.11 https://www.jababekamorotai.com/wp-content/uploads/2019/01/logo_jababeka_morotai-150x150.jpg Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com 32 32 Pacu Adrenalin di Perairan Morotai dengan Shark Scubadiving, Menantang Tapi Asyik! https://www.jababekamorotai.com/pacu-adrenalin-di-perairan-morotai-dengan-shark-scubadiving-menantang-tapi-asyik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pacu-adrenalin-di-perairan-morotai-dengan-shark-scubadiving-menantang-tapi-asyik Tue, 27 Oct 2020 03:30:23 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1616 Pacu Adrenalin di Perairan Morotai dengan Shark Scubadiving, Menantang Tapi Asyik! Selengkapnya »

]]>
Geliat pariwisata di perairan Pulau Morotai kian hari semakin bergairah. Tak hanya pasir putih dan pantainya yang elok serta wisata sejarah saja, Kawasan Ekonomi Khusus yang dikelola oleh PT Jababeka Morotai ini juga memiliki tempat wisata yang menantang adrenalin yang jarang ditemukan di destinasi wisata lainya.

Adalah “Shark Scubadiving yang mengajak para pelancong untuk menyelam bersama dengan ikan hiu karang di alam bebasnya. Adapun jenis ikan hiu yang ada di pulau Morotai, meliputi hiu sirip hitam, hiu sirip putih, hiu karang abu-abu, hiu paus, halmahera walking shark, hammerhead shark hingga bull shark.

Untuk dapat bertemu dengan hewan laut ini, para pelancong harus menyelam dikedalaman 19 hingga 21 meter di bawah laut. Di kedalaman itulah biasanya belasan hiu sirip hitam atau blacktip reef shark berenang hilir mudik. 

“Inilah kumpulan hiu sirip hitam terbanyak yang pernah saya jumpai selama menyelam di Morotai. Pengalaman yang tak terlupakan berjumpa dengan mahluk legendaris yang menghuni laut Morotai” ujar Paul, salah satu peneliti dari Marine Change yang pernah menyambangi destinasi wisata 

Untuk merasakan sensasi berenang bersama dengan ikan hiu, para pelancong tak perlu khawatir. Karena di spot diving tersebut telah ada dive centre yang menyediakan guide untuk wisatawan yang ingin menikmati sensasi menantang pada kegiatan menyelam di tempat ini. Para guide ini, selain sudah terlatih juga telah mempelajari perilaku para hiu.

Salah satu titik penyelaman yang menarik adalah Mitita Shark Dive Point. Disini para penyelam akan disuguhi atraksi yang sangat menarik. Mereka bisa berenang bersama hiu dan berfoto dengan mereka. 

Kegiatan ini memang mengundang rasa penasaran tersendiri bagi penyelam, maka, tak heran jika makin hari makin banyak wisatawan yang datang untuk menyelam dan melihat lebih dekat dengan penguasa lautan ini.

Hal ini terlihat dari jumlah penyelam di Morotai yang mengalami peningkatan sejak tahun 2013. Per tahunnya sekitar 400 hingga 1.000 orang pengunjung datang ke Morotai. 

Setiap tahun kunjungan wisatawan di pulau yang juga disebut sebagai Maladewa Indonesia ini terus meningkat seiring dengan semakin baiknya sarana dan prasarana wisata seperti pelabuhan, kapal-kapal wisata dan dive operator

]]>
Island Hopping di Pulau Morotai, Dari Pasir Putih Hingga Dodola yang Membuat Jatuh Cinta https://www.jababekamorotai.com/island-hopping-di-pulau-morotai-dari-pasir-putih-hingga-dodola-yang-membuat-jatuh-cinta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=island-hopping-di-pulau-morotai-dari-pasir-putih-hingga-dodola-yang-membuat-jatuh-cinta Thu, 10 Sep 2020 10:21:44 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1609 Island Hopping di Pulau Morotai, Dari Pasir Putih Hingga Dodola yang Membuat Jatuh Cinta Selengkapnya »

]]>
Sebagai negara kepulauan, tidak mengherankan Indonesia terkenal akan berbagai keindahan alamnya. Salah satunya adalah Pulau Morotai, yang berlokasi di sisi utara Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara. 
Banyak yang bilang, keindahan Pulau Morotai sebanding, atau bahkan lebih indah jika dibandingkan dengan Raja Ampat. Jika Anda berencana berpetualang dan mencari ide destinasi wisata untuk dikunjungi, maka wisata Morotai adalah tempat yang tidak boleh Anda lewatkan. Salah satu kegiatan yang wajib Anda lakukan adalah jelajah pulau atau island hopping. Hal itu karena Pulau Morotai merupakan pulau yang terkenal akan wisata pantainya yang indah.  Mau tahu pulau-pulau indah yang biasa dikunjungi para wisatawan untuk island hopping? Selengkapnya di bawah ini. 
Pulau Pasir Putih
Sebagaimana namanya, pulau ini merupakan pulau dari tumpukan pasir pasir putih. Luas pulaunya tidak lebih luas dari lapangan sepak bola. Sepanjang mata memandang Anda hanya akan melihat hamparan pasir dan birunya air lautan. Air sekitar pulau juga termasuk jernih, sehingga Anda bisa bermain air ataupun berenang.
Pulau Dodola
Pulau Morotai dikelilingi oleh berbagai pulau kecil yang bisa dikunjungi dengan mudah menggunakan perahu. Salah satunya adalah Pulau Dodola, yang terbagi menjadi Dodola Besar dan Dodola Kecil, dan terpisahkan jarak sejauh 500 meter saja. Tapi, ketika kondisi air laut sedang surut, kedua pulau tersebut akan terlihat seolah jadi satu.
Pantai pasir putih yang menyebar di pesisir pulau adalah daya tarik utamanya. Dan tentunya, lokasi ini sangat jauh dari keramaian sehingga Anda akan merasakan seperti berada di private island! Anda juga bisa menikmati hiburan air dengan menghabiskan waktu sambil snorkeling atau menyelam. Jika memiliki hobi memancing, Anda juga akan dimanjakan di pulau Dodola ini.
Pulau Zum-zum
Salah satu wisata Morotai yang satu ini bukan hanya indah, tapi juga punya nilai sejarah. Konon, dulu Pulau zum-zum adalah markas peristirahatan Jenderal Douglas MacArthur, pemimpin pasukan sekutu di area Asia Pasifik. Karena itulah Pulau zum-zum juga dikenal di dunia dengan nama Zum-Zum McArthur Island. Di pulau ini, Anda bisa menemukan pantai cantik berpasir putih serta berbagai situs bersejarah lainnya, seperti bekas rumah tinggal Jenderal MacArthur, Monumen MacArthur, dan tempat pendaratan tank amfibi.
Pulau Kolorai
Pulau cantik di Morotai lainya yang wajib dikunjungi adalah Pulau Kolorai. Di pulau ini, Anda bisa menikmati tenangnya nuansa pantai yang sepi dengan angin sepoi dan deburan ombak yang tenang. Dengan begitu, Anda bisa berenang di laut dengan nyaman, atau ber-snorkeling ria bersama teman atau keluarga.
Pulau ini juga merupakan pulau di mana para nelayan Morotai tinggal, sehingga Anda juga bisa berinteraksi dengan warga lokal maupun mengamati aktivitas para nelayan saat akan melaut atau pulang dari laut. Jika memungkinkan, kunjungilah Pulau Kolorai saat Festival Kolorai diadakan. Pasalnya, para wisatawan bisa mengikuti berbagai kegiatan festival, seperti Susiru, Tikar Adat, dan Kabilano.
Pulau Kokoya
Pulau cantik berikutnya yang wajib di kunjungi ketika liburan ke Morotai adalah Pulau Kokoya. Pulau ini menawarkan keindahan pantai berpasir putih dan lembut sebagai tempat bersantai. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya, Pulau Kokoya tidak berpenghuni, sehingga dijamin Anda akan merasa seolah sedang berada di pulau pribadi.
Di sana Anda bisa menikmati berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling, dan scubadiving. Karena banyaknya terumbu karang yang tersebar mengelilingi pulau, Anda bisa menikmati pemandangan ikan-ikan cantik dan hamparan terumbu karang yang masih sangat alami.
Nah, bagaimana kesan Anda dengan pulau-pulau untuk island hopping di atas? Menarik untuk dikunjungi, kan.  Jika Anda tertarik untuk island hoping di Morotai, tak usaha cemas. Sebab D’Aloha Resort – penginapan ternama di Morotai – menyediakan paket tur island hopping dengan harga yang terjangkau. Anda bisa mengunjungi lamannya melalui  https://www.jababekamorotai.com/dodola-island/ , atau menghubungi ke no : 0812 82896292 atau 0853 48597825.
]]>
Pulau Morotai, “Surga” Bagi Divers dan Travelers https://www.jababekamorotai.com/pulau-morotai-surga-bagi-divers-dan-travelers/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pulau-morotai-surga-bagi-divers-dan-travelers Tue, 04 Aug 2020 02:57:15 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1583 Pulau Morotai, “Surga” Bagi Divers dan Travelers Selengkapnya »

]]>
MOROTAI merupakan pulau di Kepulauan Halmahera yang memiliki pesona alam dan bahari yang menakjubkan. Bahkan saking indahnya, Pulau Morotai sampai dijuluki sebagai Maldives-nya Indonesia.  Banyak traveler pun jatuh cinta dengan Pulau Morotai hingga membuatnya balik lagi dan lagi.

Seperti di rumah

Satu diantaranya adalah Riyo Sudjana, seorang diver dan pengusaha. Ya, ia mengaku dalam setahun bisa 2-3 kali liburan ke Pulau Morotai. Hal itu karena Riyo telah terpesona dengan keindahan alam dan keramahan masyarakatnya.

Mula-mula Riyo jatuh cinta dengan keindahan alamnya, baru setelah itu ia jatuh hati dengan hospitality masyarakat Morotai. Riyo merasakan keramahan tersebut saat kali kedua ia datang ke Morotai seorang diri. Selama hampir dua minggu ia tinggal dan keliling Pulau Morotai –  untuk mengenal lebih dekat Pulau Morotai, dan Riyo merasakan ada kecocokan antara dirinya dengan karakter masyarakat Morotai.

Riyo bercerita bahwa dirinya bisa ngobrol “panjang-lebar” di rumah warga setempat yang belum ia kenal ataupun yang baru dia kenal. Dan mereka sendiri tidak merasa risih bercengkrama dengan Riyo – yang notabene seorang pendatang. Hal itulah yang membuat Riyo lambat laun betah jika pelesiran ke Pulau Morotai.

“Saya ini diver, sudah diving kemana-mana. Hampir seluruh spot diving Indonesia Timur saya sudah pernah coba, seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan spot-spot diving di Sulawesi. Tapi nggak ada yang membuat saya seperti di rumah. Cuma di Morotai saya merasakan seperti di rumah,” kata Riyo melalui sambungan telepon, baru-baru ini.

“Kalau di Morotai, jangan kaget jika kamu lewat di suatu perumahan warga, terus kamu ditawari mampir untuk sekedar ngopi atau ngobrol. Pertama kalinya, jujur, saya kaget ditawari mampir. ‘Kok sudah ditawari mampir kan baru kenal?’ Tanya saya dalam hati. Tapi begitu main ke daerah lain rupanya warga setempat suka menawari mampir juga. Dan akhirnya saya jadi sadar ‘oh ini karena memang karakter masyarakatnya (ramah-ramah),” tambah Riyo.

Setiap spot diving punya keunikan masing-masing

Sementara untuk keindahan alamnya, Riyo menilai Pulau Morotai merupakan salah satu spot diving terbaik di Indonesia. Sebab pulau Morotai punya 28 diving spot yang setiap spot-nya punya keunikan tersendiri. Apakah itu, blacktip shark, kapal dan mobil bekas Perang Dunia II, arusnya, coral, sampai cave.

Diving di Pulau Matita, (Foto: Riyo Sudjana)

“Ditambah lagi, transportasi ke Morotai itu gampang. Dari airport ke tempat penginapan, D Aloha Resort, cuma 10 menit. Kalau dari Halmahera mau naik kapal Feri cuma empat jam, jadi nggak capek di jalan. Kalau diving di tempat lain biasanya lebih dari itu. Bisa 10 jam. Itu yang biasanya kita para diver mikir dua kali. Nah di sini kan ada airport,” terang mantan seorang chef ini.

 Hingga saat ini, Riyo mengaku, masih suka traveling ke Morotai seorang diri. Tapi belakangan ia merangkap juga sebagai trip planner, di mana Riyo membawa teman-temannya agar bisa mengenal Pulau Morotai lebih dekat. Apakah itu model, presenter, pengacara, dan profesi lain yang punya banyak waktu untuk liburan.

View guarantee

Satu hal yang biasa Riyo janjikan ke temannya jika mengajak ke Pulau Morotai adalah view guarantee dengan spot diving yang beragam. Menurutnya, hal itu tak banyak ditawarkan di tempat destinasi wisata yang lain. Apalagi, tempat wisata yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Morotai. Karena Jababeka Morotai – selaku pengembang kawasan – sudah menyediakan juga fasilitas pendukung bagi traveler, seperti resort dan homestay, Oleh karenanya, jarang yang menolak tawaran Riyo saat dirinya menawarkan paket trip ke Morotai.

“Kalau dari keindahan alam bawah lautnya, pemandangannya itu terjamin. View guarantee deh. Laut di Morotai itu beda banget. Saya pernah ke tempat-tempat diving, mulai dari dalam negeri sampai luar negeri, seperti di Australia.

Kalau di Pulau Morotai spot diving-nya itu beragam. Mau diving yang ‘cantik-cantik’; main dengan ikan kecill berwarna warni di atas coral tapi nggak dalam, itu di Morotai ada. Atau mau main yang ‘dalam-dalam’, main di kapal (karam), main di arus kencang atau lambat, atau mau caving? Semua ada. Apa mau ngejar mola atau paus pembunuh? Di sini ada jalur dan masa masanya,” tambah Riyo.

Bahkan, tambah Riyo, di Morotai ada gugusan coral sepanjang 300 meter di Pulau Rao-Morotai yang menurut Lembaga penelitian Karang NGO internasional usianya lebih tua dibanding gugusan coral yang di Raja Ampat. Hanya saja orang belum banyak yang tahu.

Diving di atas berbagai karang, (Foto: Riyo Sudjana)

“Oleh karenanya, saya banyak mengajak teman-teman saya ke sini agar mereka tahu. ‘Tenang aja, di Morotai itu banyak pilihan. Jadi lu nggak bakal bosan’, saya bilang. Sebab kalau kita mau diving ke Banda aja, misalnya. Kalau sudah selesai mengeksplor spot diving di sana, yaudah kita pulang. Dapatnya satu spot aja. Kalau di Morotai bisa dapat banyak, tinggal pilih,” terang Riyo.

 Di luar kegiatan diving

Buat kamu yang tidak ingin diving, Pulau Morotai juga merupakan tempat wisata yang asyik. Kamu tak akan kehabisan aktivitas selama di sana. Di Pulau Morotai, kamu bisa menjelajahi pulau-pulau indah tak berpenghuni. Salah satunya ke Dodola, destinasi ikonik di pulau Morotai. “Di sana kamu bisa mantai, foto-foto, berenang di pinggir pulau yang airnya sangat jernih,” terang Riyo.

Pulau Dodola, (Foto: Riyo Sudjana)

“Mancing juga salah satu kegiatan yang mengasyikkan di Morotai. Karena kamu nggak perlu harus pergi ke tengah lautan. Cukup 30 menit sudah dapat ikan tuna yang besar-besar.

 Kalau mancing di pulau Jawa kan kita harus ke tengah laut dengan perjalanan 5-6 jam. Nanti begitu kita dapat ikan, langsung ke tempat pengolahan ikan yang berada di pinggir pantai. Lanjut di-fillet dagingnya, jadi sashimi yang enak banget pasti kalau langsung dimakan. Fresh banget soalnya,” ungkap Riyo.

Mancing di laut Morotai, (Foto: Riyo Sudjana)

Kalau mau yang memacu adrenalin, kamu bisa offroad dan tracking menuju ke Air Terjun Raja, goa bekas tempat persembunyian tentara jepang, atau masuk hutan untuk mencari burung endemik kepulauan Indonesia Timur” terang Riyo.

Offroad keliling Morotai, (Foto Riyo Sudjana)

Menurut Riyo, para diver atau traveler perlu mencoba liburan ke Pulau Morotai –setidaknya sekali seumur hidup. Karena pesona yang dihadirkan Pulau Morotai tak kalah dengan Labuan Bajo, Raja Ampat atau Bali.

“Banyak patokan orang untuk diving itu Labuan Bajo atau Raja Ampat, dan kalau mau murah itu ke Bali. Tapi kalau saya bilang, ‘cobain deh ke Morotai’. Labuan Bajo itu arusnya kencang, jadi hanya buat diver yang punya lisensi advance. Pemula nggak bisa. Kalau di Morotai, spot diving untuk pemula ada, untuk advance juga ada. Kita bisa menyelam dan masuk-keluar goa. Masuk di kedalaman 28 meter dan keluar di kedalaman 32 meter. Soal harga, Morotai juga bersahabat,” katanya.

The best season in Morotai

Bagaimana soal best season sendiri di Morotai? Riyo menyarankan di bulan Maret sampai September. Karena periode tersebut merupakan best season wisata laut di Morotai.

Namun demikian, bukan berarti diluar season tersebut tidak bagus. Hanya saja kalau setelah bulan September, tidak semuanya bagus. “Kalau the best season, semua wisatanya bagus. Lautnya tenang dan airnya jernih. Sementara untuk memancing tuna dan ikan-ikan pelagis besar, sebaiknya di bulan September sampai Februari, karena di periode itu ombaknya sedang kuat,” ungkapnya.

“Kalau durasi liburan di Morotai sebaiknya berapa hari? Menurut saya, kalau kamu diving, 4-5 hari itu maksa. Sebaiknya seminggu. Karena untuk diving ke satu spot, ‘makan waktu’ seharian, yaitu berangkat pagi, pulang sore. Karena kalau baru diving, besoknya ‘dihajar’ diving lagi, badan ‘rontok’. Seminggu sudah paling minimum, agar badan bisa istirahat. Kalau mau nyoba ‘wisata darat’-nya tinggal nambah hari lagi,” tutup Riyo.

Kalau kamu tidak mau pusing ngatur trip-nya, kamu bisa hubungi D’Aloha Resort yang sudah memiliki paket trip yang lengkap – apakah diving, hopping island dan berbagai wisata lain di Pulau Morotai. D’Aloha akan memenuhi kebutuhan kemana pun pilihan destinasimu, mulai dari akomodasi, transportasi, pemandu profesional selama berada di Morotai, sampai antar-jemput ke Bandara Leo Wattimena Morotai.

Salah satu kamar yang disediakan D’Aloha Resort, (Foto: Jababeka Morotai)

Hingga kini, makin banyak traveler balik ke Morotai karena kecantikan alamnya seperti yang dirasakan Riyo. Bahkan sampai ada yang membeli properti di sana. Adapun yang laku dibeli oleh wisatawan biasanya adalah Falila Loft Studio, sebuah apartemen modern dengan harga 180 jutaan yang bisa dicicil sekitar 1,5  jutaan per bulan.

Alasan mereka beli apartemen sendiri agar mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya akomodasi saat di Morotai sekaligus sebagai passive income karena apartemen tersebut bisa disewakan ke masyarakat atau wisatawan. Bahkan bisa dijual ke orang asing karena berada di Kawasan Ekonomi Khusus. Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai Falila Loft Studio, bisa dicek di  https://www.jababekamorotai.com/falila-loft-studio/

]]>
Menginap di Pulau Morotai? D’Aloha Resort Jadi Pilihan yang Tepat! https://www.jababekamorotai.com/menginap-di-pulau-morotai-daloha-resort-jadi-pilihan-yang-tepat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menginap-di-pulau-morotai-daloha-resort-jadi-pilihan-yang-tepat Tue, 28 Jul 2020 02:02:16 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1571 Menginap di Pulau Morotai? D’Aloha Resort Jadi Pilihan yang Tepat! Selengkapnya »

]]>
MENIKMATI “kemolekan” Pulau Morotai pastinya tidak akan puas jika kita tidak menginap disana. Indahnya sunset dipagi hari menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu bagi kaum milenial maupun generasi z yang demen traveling.
Ada banyak pilihan penginapan di Pulau Morotai, namun salah satu resort yang bisa dijadikan pilihan adalah D’Aloha Resort. Alasannya adalah, resort ini memiliki lokasi di bibir pantai, sehingga wisatawan pun tak perlu jalan jauh jika ingin berenang ataupun diving untuk menikmati keindahan biota laut didalamnya.
Yunizar, Manager D Aloha Resort PT. Jababeka Morotai Tbk mengatakan bahwa D’Aloha Resort mulai dibuka untuk umum pada awal 2013. Mempunyai luas lokasi 4.5 hektar, resort ini memiliki jumlah cotage sebanyak 25 unit.

 

“Dari 25 cotage ini salah satunya kami gunakan untuk fasilitas day center sementara sisanya 24 terbagi jadi 3 tipe,  2 tipe sifatnya premium, yakni tipe 2 kamar, lalu ada lagi tipe deluxe dengan satu kamar atau tipe studio,” kata Nizar.
Menariknya lagi, Nizar menyebut bahwa seluruh konsep bangunan resort ini terinspirasi dari rumah tradisional. “Kita ambil dari rumah tradisional Tomohon, jadi konsepnya kayu-kayu dengan konsep rumah semi panggung,” tambah Nizar.
Lalu apa saja yang akan bisa dinikmati wisatawan jika menginap di D’aloha Resort?
Wisatawan bisa melakukan joging di pinggir pantai, berenang dan juga melakukan diving atau scuba diving. Ada tiga lokasi diving yang sangat menarik disana, antara lain Pulau Matita – di mana kita bisa berenang dengan ikan hiu sirif hitam didalamnya, Pulau Kakoa dan Pulau Dodola – destinasi ikonik di Pulau Morotai.
Tak sampai di situ, setiap spot di D’Aloha Resot sangat instragamable. Contohnya spot di depan resort, jika kamu berdiri di pagi hari, akan terlihat pemandangan pantai yang indah. Untuk bisa merasakan hal itu, kamu hanya butuh bangun pagi agar bisa menikmati indahnya sunrise. Mau menikmati pemandangan itu sambal sarapan? Hal itu juga bisa.
D’aloha Resort merupakan penginapan yang dibangun oleh PT Jababeka Morotai yang yang merupakan pihak pengembang KEK Pariwisata Morotai. Resort ini merupakan resort bintang 3 dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

 

Salah satunya menyiapkan paket tur di pulau Morotai yang terjangkau bagi traveler. Dalam paket tur ini, D’Aloha Resort akan menjemput-antar pulang wisatawan di Bandara, menyediakan penginapan, makanan, sampai pemandu dengan harga perorang mulai dari Rp2.800.000,- untuk 3 hari 2 malam. 

 

Terdiri dari 25 cotage, resort ini juga menyediakan penginapan tipe Deluxe dengan 1 bedroom atau tipe studio dengan harga sewa Rp 847,000 per malam. Sementara untuk tipe premium dengan 2 bedroom dibanderol dengan harga Rp 1,089,000 per malam.
“Lokasi kami ini kalau dari bandara morotai cuma 10 menit naik mobil, jadi lokasinya di morotai selatan jadi dari bandara 10 menit terus kalau kita mau ke pusat kota, yaitu Daruba, cuma 10 menit juga. Jadi posisi kami itu di tanjung, paling selatannya pulau morotai, namanya Tanjung Dehegila,” tutup Nizar.
]]>
Napak Tilas Peninggalan Perang Dunia II yang Eksotis di Pulau Morotai https://www.jababekamorotai.com/napak-tilas-peninggalan-perang-dunia-ii-yang-eksotis-di-pulau-morotai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=napak-tilas-peninggalan-perang-dunia-ii-yang-eksotis-di-pulau-morotai Mon, 13 Jul 2020 08:20:17 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1552 Napak Tilas Peninggalan Perang Dunia II yang Eksotis di Pulau Morotai Selengkapnya »

]]>
Mengulik keindahan kepulauan nusantara memang tak kan pernah ada habisnya. Berbagai destinasi wisata tersedia, bahkan banyak yang belum terjamah dan masih asri.

Salah satu yang berhasil memikat hati para traveler adalah pulau Morotai. Pulau yang sempat menjadi persembunyian tentara jepang dan sekutu pada Perang Dunia II ini menyimpan banyak peninggalan perang yang tak ternilai harganya.

Dari banyaknya peninggalan perang tersebut,  Pulau Morotai jadi  dikenal akan kekayaan sejarahnya. Sebut saja ‘bangkai’ kendaraan tempur jenis Jeep Willys yang berada di di dasar laut Wawama –Morotai Selatan. Di mana telah menjadi spot diving yang disukai banyak para divers.

Tak heran jika pemerintah menetapkan pulau Morotai sebagai salah satu KSPN Prioritas atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Kawasan Ekonomi Khusus Morotai yang dikelola oleh PT Jababeka Morotai ini memiliki Museum Perang Dunia II. Museum tersebut  berisi perlengkapan perang yang pernah digunakan pasukan Sekutu dan Jepang.

“Di luar museum, berdiri dengan gagah beberapa tank peninggalan Perang Dunia II. Sementara didalamnya, terdapat penjelasan secara rinci kekuatan tentara Sekutu dan Jepang yang bertempur. Tiap dinding museum juga berisi kisah pertempuran yang terjadi dalam memperebutkan pulau tersebut,” ungkap Mikhael Toyang Manimaes (25 Tahun), traveler yang berasal dari Kota Jailolo-Maluku Utara.

 

 

Seluruh perlengkapan tersebut merupakan hasil restorasi dari perlengkapan yang diangkat dari perairan Morotai. Kini, Museum Perang Dunia II ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak hanya itu, Morotai juga mempunyai lokasi untuk aktivitas snorkeling dan scuba diving dengan lanskap sejumlah kapal dan pesawat perang yang karam selama Perang Dunia II.

Menurut Mikhael, Morotai merupakan salah satu kabupaten yang indah dilihat dari segi pariwisatanya yang menawarkan paket lengkap dari wisata alam, sejarah dan kuliner.

 

 

“Hal tersebut membuat saya jatuh cinta pada pandang pertama ketika melihat eksotisnya pantai pantai disana, benda – benda peninggalan yang bercerita serta makan makan khas khususnya seafood yang masih fresh,” kata pria yang akrab dipanggil Mike ini.

Menurut Mike, Museum Perang Dunia ke II merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika sedang melakukan kunjungan wisata di pulau Morotai. Alasanya, di tempat ini terdapat barang barang prasejarah yang tidak bisa ditemui di tempat lain.

“Berdasarkan pengalaman saya di tempat ini banyak peninggalan peninggalan bersejarah yang sudah lama dan menarik perhatian saya dan teman saya ketika melihat benda benda tersebut. Mulai dari alat tempur, peluru dan baju baju bekas perang dulu. Semua masih terawat dengan baik. Jadi, kita bisa membayangkan sendiri bagaimana situasi perang saat itu,” ungkap Mike.

Sudah dua kali Mike berkunjung ke pulau Morotai, saking indahnya ia bahkan tidak pernah merasa bosan berada di pulau tersebut. Pada kunjungan pertamanya, Mike berkunjung bersama teman-temanya dan menginap selama lima hari.

“Pertama kali memang kami kurang mengeksplor Morotai dikarenakan ada pekerjaan yang harus kami selesaikan,” ungkapnya.

Untuk yang kedua kalinya, Mike juga mengajak teman serta tamu dari Kota Bandung untuk berkunjung dan menikmati keindahan pulau Morotai dan menginap selama tiga hari. Untuk menginap, Mike pun mempercayakan D’aloha Resort selama berada di Morotai.

“Kami menghabiskan waktu kurang lebih 3 hari untuk mengunjungi tempat tempat wisata mulai dari pantai, museum dan berwisata kuliner. Kami melakukan snorkeling dan mengabadikan beberapa foto untuk koleksi sosmed kami,” ungkapnya.

Mike mengungkapkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Morotai, dia dan teman-temanya menggunakan jasa sewa mobil dengan budget sebesar Rp500.000 per hari. Sementara, untuk ke Pulau pulaunya Mike menyewa speedboot dengan tarif Rp800.000 per hari.

Pengalaman Mike di pulau Morotai ini memang tak bisa dilupakan. Pemandangan dan keindahan pulau Morotai yang sangat eksotis telah mencuri hatinya. Dia pun berharap dapat segera berkunjung kembali ke Pulau ini

“Terimakasih untuk kotanya yang begitu eksotis. Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir dan kita bisa berkunjung lagi di tempat-tempat keren di Indonesia,” ungkap Mike.

 

]]>
Dijuluki Sebagai Surga Dunia, Pesona Pulau Dodola Bikin Jatuh Hati Traveler https://www.jababekamorotai.com/dijuluki-sebagai-surga-dunia-pesona-pulau-dodola-bikin-jatuh-hati-traveler/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dijuluki-sebagai-surga-dunia-pesona-pulau-dodola-bikin-jatuh-hati-traveler Fri, 26 Jun 2020 09:52:00 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1545 Dijuluki Sebagai Surga Dunia, Pesona Pulau Dodola Bikin Jatuh Hati Traveler Selengkapnya »

]]>

Apakah kamu pernah liburan ke Pulau Morotai? Berwisata di Pulau Morotai kurang lengkap jika kamu tidak mampir di pulau-pulaunya yang sangat indah. Karena Pulau Morotai dikenal memiliki banyak tempat wisata pantai dengan pemandangan yang menakjubkan. Beberapa pulau yang wajib dikunjungi saat berada di pulau ini antara lain adalah Pulau Dodola, Pulau Kokoya, Zumzum, Mitita, Kolorai, Galo-Galo, Ngele-Ngele, Kapa-Kapa, Pasir Timbul, Pulau Rao dan banyak lagi yang menjadi tujuan island hopping.

Diantara pulau-pulau yang menawan tersebut, Pulau Dodola yang terbagi menjadi dua pulau ini menjadi salah satu alasan pelancong untuk datang ke Pulau yang berada di timur laut Pulau Halmahera ini. 

Seperti yang disampaikan oleh Safira Meilani (25), pelancong asal Cilandak Jakarta Selatan dan tiga temanya yang jatuh hati dengan pesona keindahan pulau yang terletak di Maluku Utara ini. Ia datang ke Pulau Morotai pada tahun 2017 selama 3 hari dua malam karena penasaran akan pesona pulau Dodola yang memiliki pasir berwarna putih nan sangat lembut.

“Sensasi berjalan kaki di atas pasir putih halus di antara dua pulau, Dodola Besar dan Dodola Kecil menjadi hal menarik yang sayang sekali jika dilewatkan,” kata Safira.

Menurut Safira, Pulau Dodola dikatakan sebagai surga dunia Karena kecantikan dan keasrian alam yang ditawarkan begitu luar biasa dengan alam yang masih murni dan belum terjamah atau masih perawan

“Pemandangan lautnya yang hijau, jernih dan kebiru-biruan itu bikin kita terkagum-kagum,” ungkap Safira.

Uniknya lagi, jika air laut sedang surut, kedua pulau ini akan dihubungkan oleh pasir putih. Pasir putih tersebut seolah menjadi jembatan tersembunyi diantara kedua pulau. 

“Bisa dibayangkan betapa indahnya berjalan diatas pasir menyeberang dari satu pulau kepulau lain dengan indahnya laut biru disisi kanan dan kiri,” tambahnya.

Tepat di muka Dodola Kecil, terdapat tulisan besar “Island Dodola D’aloha” dengan lambang hati berwarna merah. “Inilah salah satu spot foto favorit untuk berswafoto yang sangat disayangkan jika dilewatkan. Gak cuma itu spot foto yang menarik, di ujung Dodola Kecil juga terdapat hamparan pasir kosong yang asyik buat berfoto-foto apalagi kalau pas suasana sepi,” ungkapnya.

Untuk dapat menikmati keindahan pulau ini, tentunya traveler harus meluangkan waktu untuk menginap. Berbicara penginapan, D’Aloha Resort merupakan pilihan yang tepat bagi para pelancong. Karena resort ini dikelola oleh PT Jababeka Morotai selaku pengelola kawasan ekonomi khusus.

Karena resort ini telah menyiapkan paket tur di pulau Morotai yang terjangkau untuk traveler. Dalam paket tur ini, D’Aloha Resort akan menjemput-antar pulang wisatawan di Bandara, menyediakan penginapan, makanan, sampai pemandu dengan harga perorang mulai dari Rp2.800.000,- untuk 3 hari 2 malam. 

]]>
Jababeka Morotai Sambut Baik Peningkatan Infrastruktur di Kawasan Wisata Morotai https://www.jababekamorotai.com/jababeka-morotai-sambut-baik-peningkatan-infrastruktur-di-kawasan-wisata-morotai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jababeka-morotai-sambut-baik-peningkatan-infrastruktur-di-kawasan-wisata-morotai Thu, 27 Feb 2020 09:13:21 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1487 Jababeka Morotai Sambut Baik Peningkatan Infrastruktur di Kawasan Wisata Morotai Selengkapnya »

]]>
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung program infrastruktur kawasan wisata di Morotai melalui pembangunan infrastruktur air maupun akses jalan. Diharapkan, peningkatan infrastruktur bisa membantu mendongkrak jumlah kunjungan turis lokal maupun internasional dan membantu Pulau Morotai menjadi pusat logistik di kawasan Asia.

Seperti diketahui, Pulau Morotai merupakan salah satu destinasi wisata yang termasuk ke dalam program 10 Bali Baru berkat potensi kekayaan alam bahari dan budaya. Adapun objek wisata yang biasanya ditawarkan, diantaranya Pantai Dodola, Pulau Zum Zum, dan Museum Trikora.

Untuk meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di pulau tersebut, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penanganan jalan berupa peningkatan kualitas jalan, pembangunan jalan ruas baru, dan pembangunan jembatan pada Ruas Jalan Lingkar Morotai sepanjang 201,89 Km yang dilaksanakan pada tahun 2019 dengan anggaran Rp 273,86 miliar. Pembangunan ruas Jalan Lingkar Morotai merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 56 Tahun 2018.

Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata di Pulau Morotai.

Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” kata Menteri Basuki, Selasa (18/2/2020).

Menanggapi kabar tersebut, Basuri Tjahaja Purnama , Direktur Utama PT. Jababeka Morotai selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, menyambut baik. Ia mengatakan bahwa jika aksesibilitas jalan ke KEK Morotai sudah terkoneksi dengan baik, hal itu akan memberi kepuasan kepada turis yang datang karena waktu tempuh ke KEK Morotai akan lebih cepat. Sehingga, akan banyak destinasi yang bisa mereka datangi.

Atau juga mereka jadi lebih leluasa untuk menikmati suatu destinasi wisata di Morotai. Karena tidak merasa dikejar waktu untuk bisa mendapat banyak destinasi saat berkunjung ke KEK Morotai,” ungkapnya.

Basuri menambahkan bahwa penguatan konektivitas juga amat membantu menciptakan KEK Morotai sebagai pusat logistik di Indonesia Bagian TImur. Hal itu karena status KEK Morotai mencakup juga Kawasan Ekonomi Khusus Industri karena lokasi Pulau Morotai sangat strategis, yaitu di sebuah lokus jalur perdagangan antar negara dan antar benua.

Secara geografis, Pulau Morotai berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik, pintu gerbang ke Amerika, Australia, New Zealand, dan dekat ke Cina, Taiwan, Korea serta Jepang. Di mana negara-negara itu dan negara di Asia-Pasifik lainnya punya tren pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.

Untuk mengembangkan Pulau Morotai sebagai pusat logistik, kami sudah membuat master plan untuk pengembangan pelabuhan. Dan dengan adanya peningkatan konektivitas akan memberi peluang besar bagi Pulau Morotai menjadi tempat perdagangan entrepot (pelabuhan perlintasan kapal) di negara Asia-Pasifik dan logistik hub di kawasan Asia,” kata Basuri.

Adapun peningkatan infrastruktur jalan di Morotai yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terbagi dalam beberapa pekerjaan, diantaranya pembangunan jalan baru ruas Sofi-Wayabula sepanjang 6 Km, dengan biaya sebesar Rp 32 miliar. Preservasi jalan pada ruas batas kota DarubaDaeo/SangowoBere BereSofiDarubaWayabula sepanjang 195,29 Km dengan biaya Rp 10,43 miliar.

Selanjutnya, pembangunan dan penggantian 6 jembatan dengan biaya sebesar Rp 231,43 miliar yang terdiri dari ruas Bere BereSofi sepanjang 152 meter dan 7 meter, jembatan Sofi-Wayabula 1 sepanjang 125,80 meter, Sofi-Wayabula 2 sepanjang 100 meter, Sofi-Wayabula 3 sepanjang 87 meter, dan Sofi-Wayabula 4 sepanjang 125 meter. Seluruh pekerjaan fisik pembangunan Jalan Lingkar Morotai saat ini telah rampung 100%. (QN)

*artikel di atas merupakan hasil saduran dari artikel : https://regional.kontan.co.id/news/jababeka-morotai-apresiasi-peningkatan-infrastruktur-di-kawasan-wisata-morotai

]]>
Jababeka Morotai-TransNusa Airline Teken MoU Rute Penerbangan Bali-Morotai-Hongkong https://www.jababekamorotai.com/jababeka-morotai-transnusa-airline-teken-mou-rute-penerbangan-bali-morotai-hongkong/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jababeka-morotai-transnusa-airline-teken-mou-rute-penerbangan-bali-morotai-hongkong Thu, 27 Feb 2020 09:00:09 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1482 Jababeka Morotai-TransNusa Airline Teken MoU Rute Penerbangan Bali-Morotai-Hongkong Selengkapnya »

]]>
Basuri Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT. Jababeka Morotai selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, menandatangani kerja sama (MoU) dengan Leo Budiman selaku Direktur PT. Transnusa Aviation Mandiri , untuk membuka rute penerbangan dan dukungan peningkatan pariwisata di Morotai, di Board of Directors Room , lantai 25, Menara Batavia- Jakarta, Rabu (19/2) lalu.

Pasca penandatangan MoU ini, TransNusa akan menghadirkan rute penerbangan HongkongMorotai-Bali. Di mana frekuensi penerbangan Bali-MorotaiHongkong sebanyak 2 kali dalam seminggu. Sementara Jababeka Morotai akan menyediakan akomodasi dan transportasi untuk para turis yang akan datang ke Pulau Morotai.

Menurut Basuri Tjahaja Purnama, jika rute penerbangan internasional berhasil dibuka diproyeksikan akan membuat wisata yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Morotai akan lebih hidup dan mampu mendongkrak jumlah kunjungan turis lokal maupun asing ke Pulau Morotai.

Seperti diketahui, KEK Morotai terkenal dengan pantai dan alam bawah laut yang indah, penuh dengan sisa Perang Dunia II dan bisa berenang bersama hiu blacktip dengan aman, air terjun yang eksotis serta dikelilingi pulau pulau kecil diantaranya Pulau Dodola,juga bisa menikmati Museum Trikora, Museum Perang Dunia II, dan 28 diving spot yang setiap spot-nya memiliki keunikan tersendiri.

Ini adalah upaya kami untuk mengakselerasi dan menggairahkan perekonomian di Morotai. Kami yakin kerja sama dalam membuka rute penerbangan domestik dan internasional ini bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Morotai dan meningkatkan devisa negara secara langsung mensejahterakan masyarakat morotai dan sekitarnya ,” ungkap Basuri.

Hal senada juga disampaikan oleh Leo Budiman, bahwa rute penerbangan Bali-MorotaiHongkong bisa membuka pertumbuhan pariwisata dan bahkan perekonomian di Morotai. Itu karena rute ini dibuat sudah melewati proses riset pasar, sehingga diyakini mampu menarik turis yang berada di Bali dan Hongkong tapi juga para investor untuk datang ke Pulau Morotai.

Saya sangat sangat optimis dengan kerja sama ini. Karena Indonesia sumber dari pasar, Indonesia merupakan titik tolak dari perekonomian,” terang Leo.

Lantas, kapan rute penerbangan Bali-MorotaiHongkong bisa dibuka?

Rencananya akan dibuka pada bulan Juni 2020 apabila semua syarat administrasi dan lapangan telah siap, mengingat saat ini kondisi di Asia belum begitu kondusif karena wabah Corona. Sebab itu mohon doanya dunia segera pulih kembali dan semua bisa bersamasama mengatasi virus tersebut dan wisata bergairah kembali. Amin, tutup Basuri.

*artikel di atas merupakan hasil saduran dari artikel : https://m.tribunnews.com/travel/2020/02/22/teken-mou-transnusa-airline-siapkan-penerbangan-baru-ke-morotai-ke-bali-dan-hongkong

]]>
Menelusuri Keindahan Air Terjun Raja https://www.jababekamorotai.com/menelusuri-keindahan-air-terjun-raja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menelusuri-keindahan-air-terjun-raja Tue, 03 Dec 2019 03:04:16 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1433 Menelusuri Keindahan Air Terjun Raja Selengkapnya »

]]>
Pulau Morotai tak hanya dianugerahi pantai dan alam bawah laut yang indah. Banyak wisata di Pulau Morotai yang indah dan seru untuk dieksplor. Salah satunya ialah Air Terjun Raja di Desa Raja, Kecamatan Morotai Selatan Barat.

Keunikan Air Terjun Raja

Keunikan Air Terjun Raja terletak pada 7 tingkatan air terjunnya. Di mana tingkatan ke tujuh merupakan air terjun yang jadi tujuan utama para wisatawan. Tinggi air terjunnya sekitar 50 meter yang diiringi dengan besarnya volume air yang jatuh ke bawah. Jadi, bayangkan jika  kamu berada di depan air terjun tersebut, kamu akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah.

Keunikan lain dari Air Terjun Raja ialah wisatawan bisa berhenti langsung ke air terjun ke-7 tanpa harus menyusuri sungai atau hiking. Jadi sesampainya di lokasi, seseorang hanya perlu berjalan sedikit, dan ia akan langsung berada di bagian atas Air Terjun Raja. Dan tentu bisa melihat pemandangan air terjun yang indah: burung-burung hutan yang berterbangan dari pohon ke pohon, rimbunnya pepohonan, dan cantiknya air yang berjatuhan dari air terjun.

Paramiswari, traveler asal Palembang, ialah salah satu orang yang penasaran akan keindahan dari Air Terjun Raja. Ia bersama teman-temannya pergi ke Air Terjun Raja setelah sebelumnya menjelajah pulau-pulau cantik di Pulau Morotai. (Baca : Dodola, Destinasi Ikonik di Pulau Morotai)

Saat berangkat ke sana kondisi kurang mendukung karena cuaca sangat terik sekali. Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat Paramiswari untuk melihat langsung pesona Air Terjun Raja.

Ia merasa kuat karena mengaku suka membayangkan suara gemercik air terjun di kepalanya. Sehingga hambatan rasa panas dan dehidrasi tak menjadi persoalan besar baginya. Hingga akhirnya kedua kaki Paramiswari pun berhasil menjejakkan kaki di Air Terjun Raja.

Apa yang ia lakukan sesampainya di Air Terjun Raja? Paramiswari mencoba menikmati energi alam dengan menutup mata. Ia merelakan dirinya diterpa angin sepoi dari semua penjuru mata angin dan mendengarkan khusyuk gemericik air terjun yang begitu syahdu. Rasa lelah yang mendera selama perjalanan seketika hilang. Keindahan Air Terjun Raja telah menghipnotisnya.

Begitu puas melihat pemandangan dari atas, Paramiswari pun bergegas ke air terjun bawah. Ia penasaran bagaimana pemandangan Air Terjun Raja kalau dilihat dari bawah. Setapak demi setapak Paramiswari lewati jalanan menurun untuk bisa sampai ke bawah, dan setelah berjalan sekitar 20 menit akhirnya berada di depan Air Terjun Raja. Ia pun menenggelamkan dirinya ke dalam air terjun yang berada tepat di tubuhnya. “Airnya seger banget,” kenang Paramiswari.

Tak sampai disitu, Paramiswari melanjutkan eksplorasi dengan berenang di kolam sedalam 3 meter di yang berada persis di bawah Air Terjun Raja. Sesekali ia biarkan tubuhnya terbawa arus sambil memandangi rimbunnya pepohonan di sekelilingnya. Senyum puas pun tak bisa ditutupi dari wajahnya.

“Saya puas sama Air Terjun Raja.Worth it untuk didatangi selain hopping island di pulau Morotai ,” ungkap Paramiswari.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Paramiswari (@paramiswari) on

 

Kealamian dan keasrian Air Terjun Raja

Menanggapi hal itu, Yunizar, Manager dari Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Morotai  mengatakan bahwa, “Alasan banyak wisatawan datang ke Air Terjun Raja. Karena kondisi Air Terjun Raja masih terjaga dengan baik kealamian dan keasriannya.”

Tak sampai disitu, Air Terjun Raja punya beberapa kolam alam yang bisa dinikmati para wisatawan, baik yang dalam maupun dangkal. Itu bisa terjadi karena Air Terjun Raja sistemnya berundak-undak. Sehingga selalu menyisakan beberapa kolam alam yang bisa digunakan orang dewasa sampai anak-anak.

Untuk kolam yang berada tepat di bawah Air Terjun Raja, diameternya sekira 6 meter. Tempat ini sering dipakai wisatawan untuk menghilangkan rasa lelahnya dengan berenang. Persis yang dilakukan oleh Paramiswari.

Untuk bisa mencapai Air Terjun Raja, kamu hanya butuh waktu satu jam perjalanan mobil dari Kota Daruba. Setelah sampai di lokasi, kamu akan mendapati dirimu berada di bagian atas Air Terjun Raja. Itu karena Air Terjun Raja berbeda dengan air terjun lain yang mengharuskan wisatawannya berjalan menyusuri sungai atau mendaki. Karena Air Terjun Raja tingkat 7 berada tidak jauh dari parkiran, hanya jalan sedikit kamu akan berada di bagian atasnya!

Bila kamu tertarik untuk pergi ke Air Terjun Raja di Pulau Morotai atau tour leader untuk bisa sampai ke sana, kamu bisa menghubungi Tapi kalau masih bingung, kamu bisa hubungi ke nomor 0812 99 000 560 atau 0812 9823 4817, atau mengunjungi situs https://www.jababekamorotai.com/dodola-islan/.

]]>
iNews.id : Keunikan Festival Morotai 2019, Tampilkan Monumen Perang Dunia II https://www.jababekamorotai.com/inews-id-keunikan-festival-morotai-2019-tampilkan-monumen-perang-dunia-ii/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inews-id-keunikan-festival-morotai-2019-tampilkan-monumen-perang-dunia-ii Mon, 12 Aug 2019 09:49:14 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=726 iNews.id : Keunikan Festival Morotai 2019, Tampilkan Monumen Perang Dunia II Selengkapnya »

]]>
Narasumber Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai dalam Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Rabu (7/8/2019).

MOROTAI, iNews.id – Travelling ke Morotai tidak lengkap jika belum melihat ikon monumental Perang Dunia II. Monumen kuno ini menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

Wisata sejarah yang menampilkan keunikan ini dapat Anda lihat di Festival Morotai. Festival ini menampilkan daya tarik wisata di Maluku Utara dan sekitarnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Festival Morotai tahun ini menghadirkan acara puncak bertajuk Land Of Stories. Ini menjadi atraksi wisata tersendiri yang bisa menarik wisatawan.

“Saya sampaikan kepada Bupati untuk membuat ikon-ikon Perang Dunia II di Morotai,” kata Menpar dalam sambutannya di Acara Puncak Festival Morotai di Maluku Utara, Rabu (7/8/2019).

Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Pulau Morotai merupakan satu museum besar Perang Dunia II. Satu hari sebelumnya, Menpar mengunjungi beberapa lokasi wisata di Morotai. Salah satunya, yakni Museum Perang Dunia II dan Trikora.

Menurutnya, museum tersebut sangat menarik karena menyimpan sejarah pada masa Perang Dunia II, serta masa pembebasan Irian Barat.

Menpar melihat antusiasme masyarakat dalam Festival Morotai yang masuk dalam Calender Of Event 2020.

“Dari Maluku Utara, ada dua festival yang masuk dalam CoE 2019, yakni Festival Morotai dan  Festival Jailolo,” kata Menpar.

Di sisi lain, sebagai faktor pendukung, Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di tingkat nasional. Diikuti oleh Sulawesi Utara dan Maluku sebagai peringkat kedua dan ketiga.

Menpar berpendapat, ketiga daerah ini memiliki ciri khas yang hampir sama, yakni masyarakatnya menyukai seni seperti tarian dan nyanyian.

“Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan perkapita juga naik,” kata Menpar.

Festival Morotai merupakan festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata.

Selain itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI.

“Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini” ujar Benny Laos.

Festival Morotai 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Acara disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang sangat antusias.

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made). Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai, dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Artikel ini telah tayang di Inews.id dengan judul “Keunikan Festival Morotai 2019, Tampilkan Monumen Perang Dunia II”.

https://www.inews.id/travel/destinasi/keunikan-festival-morotai-2019-tampilkan-monumen-perang-dunia-ii

Editor : Tuty Ocktaviany

]]>