Artikel – Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com THE HUB TO INDONESIAN AND ASEAN MARKETS Tue, 14 Oct 2025 10:37:36 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0.22 https://www.jababekamorotai.com/wp-content/uploads/2019/01/logo_jababeka_morotai-150x150.jpg Artikel – Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com 32 32 Kementerian Investasi Berkomitmen Dukung Investasi Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com/kementerian-investasi-berkomitmen-dukung-investasi-jababeka-morotai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-investasi-berkomitmen-dukung-investasi-jababeka-morotai Tue, 09 Nov 2021 02:57:57 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1685 Kementerian Investasi Berkomitmen Dukung Investasi Jababeka Morotai Selengkapnya »

]]>
TIM Kementerian Investasi Republik Indonesia yang dipimpin Nurul Ichwan selaku Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi, berkunjung ke Pulau Morotai, pada 30 September 2021 – 3 Oktober 2021.

Seperti diketahui, Morotai adalah sebuah pulau di Halmahera, Maluku Utara, yang memiliki keindahan laut yang luar biasa, juga sumber daya alam menakjubkan sehingga Morotai pun dipilih Pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan termasuk ke dalam 10 “Bali Baru” oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tujuan kedatangan tim kementerian investasi sendiri ialah untuk mengidentifikasi peluang investasi dan penentuan Destinasi Pariwisata Prioritas Morotai. Selain itu, kedatangan tim kementerian investasi guna mendukung pencapaian target pemerintah dalam hal peningkatan nilai devisa pariwisata, kontribusi PDB pariwisata, penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan wisatawan nusantara dan asing.

Beberapa hal yang menjadi dasar penentuan proyek strategis yang akan dipromosikan oleh pemerintah adalah status kepemilikan tanah yang jelas, lokasi yang strategis, infrastruktur yang memadai serta master plan atau konsep desain untuk kemudian disiapkan pra studi kelayakannya.

Proyek Morotai Paradise Hotel Resort & Condotel yang akan dikembangkan oleh Jababeka Morotai — selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus Morotai — di lokasi premium untuk pariwisata di Tanjung Dehegila memenuhi semua syarat yang ditentukan oleh pemerintah.

Sekedar informasi, proyek Morotai Paradise Hotel Resort dan Condotel merupakan proyek eksklusif 700 kamar hotel dan condotel tepi pantai dengan fasilitas kolam renang, function hall untuk resepsi pernikahan, MICE, beach club dan sebagainya.

“Proyek Morotai Paradise Hotel Resort & Condotel yang akan dikembangkan sudah memenuhi syarat yang ditentukan oleh pemerintah,” ungkapnya singkat di sela kunjungan.

Dalam kunjungan tersebut, Nurul Ichwan dan tim juga meninjau perkembangan investasi PT. Jababeka Morotai – salah satu anak usaha dari PT Jababeka Tbk. Nurul Ichwan dan tim berkunjung ke Morotai Paradise Resort, resort terbaru yang dibangun oleh salah satu investor untuk mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke Morotai.

Setelah itu, Nurul Ichwan dan tim juga meninjau pembangunan di kota baru yang bernama Jababeka Morotai, diantaranya adalah Perumahan Falila yang mulai diminati oleh kalangan millennial karena harga yang terjangkau.

Dan apartemen Loft Studio Falila — yang sedang dalam tahap penyelesaian — yang animo pembelinya juga meningkat trennya. Itu bisa terjadi karena daya tarik Apartemen Loft Studio Falila memberikan rental guarantee dan profit sharing yang sangat menguntungkan. Adapun selama menginap di sana, Nurul dan tim menginap di D’aloha Resort, resort yang dimiliki Jababeka Morotai dengan view langsung menghadap laut.

Tak sebatas itu, Nurul Ichwan dan tim kementerian investasi juga mengadakan rapat dengan Beni Laos selaku Bupati Morotai bersama jajaran pemerintah kabupaten. Tujuannya, untuk mengetahui langsung masalah, kendala serta langkah dukungan yang diperlukan untuk mendukung percepatan perkembangan investasi di Pulau Morotai.

Kunjungan Kementrian Investasi, Pulau Morotai

Di samping itu, Nurul Ichwan dan tim juga mengunjungi beberapa destinasi pariwisata yang diunggulkan di Morotai, diantaranya Pulau Dodola, Pulau McArthur, Pulau Zum Zum, dan menyelam di beberapa diving spot yang menarik untuk dinikmati seperti shark dive  Pulau Mitita, ship wreck  di Desa Wawama, dan aneka jenis terumbu karang serta menikmati fresh tuna sashimi yang dihidangkan dengan sambal roa khas Maluku.

Dari hasil kunjungan selama lima hari tersebut, Nurul Ichwan dan tim kementerian investasi menyimpulkan bahwa KEK Morotai memiliki potensi besar untuk berkembang. Pemerintah Pusat sangat optimis bahwa Morotai – yang memiliki keindah alam pantai & bahari – pariwisatanya akan berkembang, didukung dengan industri perikanan – karena lokasi Pulau Morotai jalur migrasi ikan tuna, dan hub logistik yang memiliki rantai pasok untuk pasar domestik dan internasional – mengingat Morotai berada di jalur perdagangan antar negara dan antar benua.

Morotai juga memiliki potensi yang sangat besar dalam rangka pengembangan destinasi wisata yang akan dipromosikan di tingkat internasional. Dan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan yang disampaikan oleh Bapak Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi, bahwa pemerintah siap mendorong pertumbuhan investasi dengan mempermudah perizinan, baik di pusat maupun di daerah.

Tak ketinggalan Nurul dan tim juga bertemu dengan Basuri Tjahaja Purnama selaku Presiden Direktur Jababeka Morotai. Dalam pertemuan tersebut dijadikan kesempatan Basuri untuk menjelaskan tentang progres investasi di Jababeka Morotai.

Bahwasanya sejak dibukanya penerbangan menuju Morotai, turis lokal sudah mulai berdatangan dan melakukan booking untuk berlibur ke Pulau Morotai. Basuri berharap dengan semakin stabilnya kasus Covid-19 di Indonesia maka kunjungan ke Morotai akan semakin meningkat.

Basuri juga melaporkan bahwa investor dari Kanada sudah melakukan penandatanganan MoU (Memorandum Of Understanding) untuk segera membangun industri di kota baru Morotai serta kawasan pariwisata dalam waktu dekat.

“Investor dari Jepang, Kyudenko -Santomo, berencana membangun Pusat Listrik Tenaga Surya – bisa mendukung green energy – dan OISCA akan membangun tugu peringatan PD II dan pusat pelatihan Agrobisnis di Morotai yang diharapkan bisa meningkatkan keahlian penduduk setempat. Sehingga bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat,” terang Basuri.

Menurut Basuri, sejumlah investor asing berencana untuk melakukan penerbangan charter flight untuk meninjau dan menggali peluang bisnis di Morotai setelah pandemi mereda dan kebijakan pembatasan penerbangan dilonggarkan.

TENTANG PULAU MOROTAI

Morotai adalah sebuah pulau yang terletak di Halmahera, Maluku Utara, yang juga merupakan pulau paling utara dari Indonesia. Morotai memiliki keindahan laut yang luar biasa, juga sumber daya alam yang tak terhingga sehingga Morotai pun dipilih Pemerintah sebagai salah satu destinasi “Bali Baru”. Morotai menawarkan panorama bawah laut yang sangat indah dengan keindahan terumbu karang dan kekayaan ikan laut, snorkeling ataupun diving di sekitar pulau-pulau kecil Morotai akan memberikan pengalaman bawah laut yang luar biasa. Di beberapa titik tertentu, pengunjung pun dapat berenang bersama dengan hiu tanpa harus takut terluka. Pulau Morotai yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan Filipina, menjadikan pulau ini salah satu lokasi paling strategis di Indonesia. Tidak hanya menyimpan keindahan alam, Morotai juga menjadi salah satu wisata sejarah dunia sebagai saksi dari Perang Dunia II. Ditemukan banyak sekali warisan-warisan sejarah, seperti bangkai kapal, bangkai pesawat, dan juga peninggalan-peninggalan perang terdahulu., membuat Morotai dijuluki sebagai “Mutiara di Bibir Pasifik”.

]]>
KEK Morotai Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bagian Timur https://www.jababekamorotai.com/kek-morotai-sebagai-lokomotif-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bagian-timur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kek-morotai-sebagai-lokomotif-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bagian-timur Tue, 09 Nov 2021 02:17:34 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1682 KEK Morotai Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bagian Timur Selengkapnya »

]]>
KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia saat ini belum berjalan optimal, salah satunya sebabnya akibat pandemi. Pula masih ada kendala lain yang mesti diselesaikan agar keberadaan KEK mampu berkontribusi pada perekonomian indonesia.

Tapi, jika Akademisi (Academician), Pelaku Bisnis (Business), dan Pemerintah (Government) atau biasa disebut ABG bisa bersatu, diyakini KEK di Indonesia akan mampu berkembang dan membantu memulihkan perekonomian akibat pandemi. Salah satunya ialah KEK Morotai di Pulau Morotai- Provinsi Maluku Utara yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian Timur.

Optimisme itu sudah bisa terlihat menurut Rini Lestari selaku Ketua Harian KADIN Indonesia Komite Taiwan, melalui meningkatnya perekonomian Indonesia sebesar 7.02 persen pada kuartal dua 2021. Di mana itu ialah capaian tertinggi selama 17 tahun lalu. Ditambah, Pemerintah Indonesia juga berhasil mengendalikan covid-19 dengan kebijakan “rem dan gas”. Sehingga perekonomian saat ini membaik dan itu memberi peluang untuk KEK berkembang juga, termasuk KEK Morotai.

Strategis kembangkan Indonesia bagian timur
Setyono Djuandi Darmono, founder dan chairman PT Jababeka Tbk – perusahaan yang memiliki tiga KEK yaitu Tanjung Lesung- Kendal- Morotai, menerangkan bahwa Pulau Morotai begitu strategis lokasinya sehingga bisa menjadi lokomotif perekonomian Indonesia bagian Timur dari segi logistik.

KEK Morotai berada di perbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, sebuah lokus jalur perdagangan antar negara dan antar benua. Di mana negara-negara di kawasan Asia-Pasifik punya tren pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Kemudian, KEK Morotai berada di jalur migrasi ikan tuna, maka KEK Morotai merupakan sumber bahan baku bagi industri pengolahan perikanan. Sehingga banyak hal yang bisa “dieksplor” oleh investor.

Tapi untuk mewujudkan Morotai sebagai pusat logistik di Asia-Pasifik dan industri perikanan, dibutuhkan infrastruktur yang masif. Dan itu, aku Darmono, dibutuhkan konsorsium dengan modal investasi $ 10 miliar.

“Kalau Kota Jababeka di Cikarang, kami menikmati infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, seperti pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Soekarno Hatta, jalan tol, gas dan listrik dan sumber daya manusia. Karena kalau bicara pengembangan KEK Morotai tapi logistiknya belum terbangun, hasil impor dan ekspor kecil. Jadi, (KEK Morotai) perlu infrastruktur yang masif,” terang Darmono dalam Indonesia- Taiwan Economic Webinar 2021 yang mengusung topik Kawasan Ekonomi Khusus: Solusi dan Peluang untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Taiwan, baru-baru ini.

“Referensi (kami) itu Hongkong. Dulu (Hongkong) tidak terlihat perannya, belum berkembang pesat seperti sekarang. Tapi karena geo-politiknya sangat strategis, mereka berkembang. Jadi ini memang proyek jangka panjang,” tambahnya

Buat peraturan menarik
Lebih dalam, dijelaskan Darmono bahwa strategi dalam mengembangkan KEK Morotai di Pulau Morotai ialah membentuk konsorsium dengan negara Taiwan, Jepang, Korea, China atau negara yang perdagangannya tumbuh. Seperti yang dilakukan PT Jababeka Tbk dalam mengembangkan Kawasan Industri Kendala di mana Jababeka bekerja sama dengan Sembcorp dari Singapura.

Kerja sama ini terjadi sebab kedua belah pihak memiliki kelebihan masing-masing, Sembcorp memiliki askes dengan pasar dunia, sedangkan Jababeka mengurus perizinan dan kerjasama dengan dengan pemerintah daerah dan pusat di mana investor asing relatif tidak mampu.

Darmono juga menekankan butuhnya KEK di Indonesia dan KEK Morotai untuk mendapatkan perlakuan khusus, sebuah peraturan yang “menarik” bagi investor. Hal itu bisa didapat dari hasil duduk bersama ABG, sehingga bisa mendapatkan hal-hal prioritas yang diinginkan investor.

“Apa itu? Seperti jalan tol, lapangan terbang, regulasi dan terkait insentif serta kemudahan-kemudahan lainnya. Pokoknya, peraturan tersebut dibuat sebegitu manisnya, sehingga semut-semut pada berdatangan. Seperti, apakah tax holiday saat ini sudah cukup nggak buat mereka (investor)? ,” kata Darmono.

“Karena, kita bisa saja bangun infrastruktur dari uang konsorsium yang kita pinjam dulu, tapi, bisakah kita mendapat kepastian hukum, insentif, kenyamanan keamanan seperti Hongkong. Seperti Kota Jababeka Cikarang dijamin mengelola infrastruktur selamanya, bisakah?,” ungkap Darmono.

Sementara itu Wahyu Utomo selaku Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI, menjelaskan, pemerintah pusat sudah melakukan perubahan aturan melalui hadirnya UU Cipta Kerja.

Wahyu menilai UU Cipta Kerja sangat terkait dengan KEK, seperti kemudahan perizinan usaha melalui perubahan persyaratan izin usaha yang lebih ringkas, adanya insentif pajak – beacukai – fiskal, pengadaan tanah, pemerintah daerah harus mendukung KEK yang telah ditetapkan, dan pembangunan fasilitas-infrastruktur melalui hadirnya proyek strategi nasional.

“Kami juga memperbaiki kelembagaan dan administrasi di mana dijabat oleh profesional agar bisa melakukan percepatan (dalam realisasi investasi),” terang Wahyu

Mendengar hal tersebut, Darmono berharap agar peraturan baru tersebut bisa berjalan dengan baik. Karena Darmono percaya bahwa 19 KEK yang ada di Indonesia pasti berkembang, asal infrastruktur bisa begitu masif dibangun dan dibantu regulasi agar memberi kenyamanan dan keamanan investor, termasuk KEK Morotai.

Cepat atau lembat Morotai akan berkembang

Prof. Martani Huseini selaku Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia, pun meyakini pula hal tersebut, bahwa cepat atau lambat KEK Morotai akan berkembang. Karena keunggulan KEK Morotai termasuk renewable energy yang artinya tidak mengeruk tambang di bumi Indonesia. Tapi semua aktivitas bisnis bisa bergerak. Sehingga potensi KEK Morotai untuk berkembang sangat besar, apakah itu dengan hadirnya industri perikanan terintegrasi ataupun pusat logistik.

“Karena membangun industri di perikanan dan logistik tidak perlu membutuhkan investasi besar dibanding mining atau nikel,” terangnya.

Merespon pertanyaan tersebut, Wahyu juga memiliki proyeksi yang sama atas peluang KEK Morotai berkembang di masa depan. Ia yakin akan ada investor Taiwan yang masuk ke KEK Morotai. Karena sebelumnya sudah ada investor dari Taiwan yang tertarik, tapi karena peraturannya masih pakai kebijakan lama, mereka mundur.

“Dahulu Taiwan mau masuk ke (KEK) Morotai di (industri) perikanan karena kami yakin Taiwan ada potensi dengan perikanan juga. Namun, karena (di Indonesia masih) pakai kebijakan lama waktu itu, Taiwan jadi mundur. Kemudian Taiwan ingin masuk ke Kendal dan Gresik, makanya Kendal dan Gresik jadi KEK,” terangnya.

Lebih dalam, disimpulkan dalam webinar tersebut bahwa saat ini KEK Morotai terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak. Apakah mau joint venture dalam mengembangkan semua kawasan seperti di Kawasan Industri Kendal yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp, atau berbagai pemain bisnis di industri yang beragam guna melengkapi fasilitas di KEK Morotai yang sedang dikembangkan.

Adapun dalam acara tersebut diselenggarakan oleh KADIN Indonesia Komite Taiwan bekerjasama dengan Indonesia Council on World Affairs (ICWA), dengan Ibrahim Yusuf, Wakil Governing Board ICWA selaku moderator.

]]>
Jababeka Morotai dan Kyudenko-Santomo Resources Teken MoU Pembangunan PLTS Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jababeka Morotai dan Kyudenko-Santomo Resources Teken MoU Pembangunan PLTS https://www.jababekamorotai.com/jababeka-morotai-dan-kyudenko-santomo-resources-teken-mou-pembangunan-plts-artikel-ini-telah-tayang-di-tribunnews-com-dengan-judul-jababeka-morotai-dan-kyudenko-santomo-resources-teken-mou-pembangun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jababeka-morotai-dan-kyudenko-santomo-resources-teken-mou-pembangunan-plts-artikel-ini-telah-tayang-di-tribunnews-com-dengan-judul-jababeka-morotai-dan-kyudenko-santomo-resources-teken-mou-pembangun Fri, 30 Apr 2021 05:02:17 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1655 Jababeka Morotai dan Kyudenko-Santomo Resources Teken MoU Pembangunan PLTS Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jababeka Morotai dan Kyudenko-Santomo Resources Teken MoU Pembangunan PLTS Selengkapnya »

]]>

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Jababeka Morotai, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai, menandatangani kerja sama (MoU) dengan Kyudenko Corporation dan Santomo Resources Indonesia, untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di KEK Morotai.

Penandatanganan MoU ini dilakukan di Jakarta, Kamis (5/11/2020) antara Basuri Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT Jababeka Morotai, dengan Yoshiaki Tanaka selaku Head of EMS Business Kyudenko Corporation yang diwakili Eiichi Nagayama dari Kyudenko Corporation dan Tomoichi Yamaguchi, President Director Santomo Resources Indonesia.

Melalui MoU ini, para pihak sepakat bersama-sama memulai studi kelayakan untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Studi kelayakan tersebut meliputi studi lingkungan, survei tanah, kajian teknis implementasi PLTS dan lain-lain.

Basuri menjelaskan, tujuan pengembangan PLTS ini untuk membantu kebutuhan listrik di Pulau Morotai yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan bisnis di KEK Morotai baik untuk di Kawasan Industri dan Kawasan Pariwisata serta untuk meminimalkan biaya konsumsi listrik sehingga investor bisa lebih kompetitif dalam menjalankan usahanya.

Nagayama dari Kyudenko Corporation berharap setelah hasil feasibility study ( studi layak bisnis) dan kajian dilakukan, tahun 2021 bisa segera dilakukan ke tahap selanjutnya yaitu memproses perizinan dan memulai konstruksi pembangunan dan pengembangan PLTS.

Baik Jababeka Morotai maupun Kyudenko Corporation dan Santomo Resources Indonesia sangat optimis kerja sama ini akan menguntungkan semua pihak terutama mempercepat pembangunan di KEK Morotai.

Terutama dengan akan dibangunnya proyek perumahan dan resort dengan tema kastil serta international theme park juga mendukung pertumbuhan kawasan industri sebagai pusat maritim dan logistik di Indonesia Timur.

Sedang dijajaki pula kerja sama di bidang pengolahan perikanan tangkap dan budi daya industri perkapalan serta agrobisnis.

PT Jababeka Morotai merupakan badan usaha yang ditunjuk Presiden mengembangkan dan mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI No. 50 Tahun 2014.

Morotai adalah pulau yang terletak di Halmahera, Maluku Utara, yang juga merupakan pulau paling utara dari Indonesia.

Morotai memiliki keindahan laut yang luar biasa, juga sumber daya alam yang tak terhingga sehingga Morotai pun dipilih Pemerintah sebagai salah satu destinasi “Bali Baru”.

Sementara, Kyudenko Corporationadalah salah satu perusahaan Jepang yang bergerak di bidang desain dan konstruksi fasilitas kelistrikan, fasilitas HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) dan Plumbing, hingga fasilitas tenaga listrik bawah tanah dan energi terbarukan.

PT Santomo Resources Indonesia merupakan perusahaan ini bergerak di bidang energi terbaharukan dan infrastruktur.

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin 

Penulis: Choirul Arifin Editor: Eko Sutriyanto
Sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/11/08/jababeka-morotai-dan-kyudenko-santomo-resources-teken-mou-pembangunan-plts.

]]>
Hadirkan Training Centre dan Fasilitas Pendukung, Jababeka Morotai Teken MoU dengan OISCA International https://www.jababekamorotai.com/hadirkan-training-centre-dan-fasilitas-pendukung-jababeka-morotai-teken-mou-dengan-oisca-international/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hadirkan-training-centre-dan-fasilitas-pendukung-jababeka-morotai-teken-mou-dengan-oisca-international Fri, 30 Apr 2021 03:23:15 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1650 Hadirkan Training Centre dan Fasilitas Pendukung, Jababeka Morotai Teken MoU dengan OISCA International Selengkapnya »

]]>
USAI melakukan penandatangan kerjasama (MoU) beberapa waktu lalu mengenai pembangunan Monumen Perang Dunia II, PT Jababeka Morotai kembali melakukan MoU dengan OISCA International College Foundation (OISCA  International) untuk pembangunan pusat pelatihan dan fasilitas pendukungnya. Dengan terjadinya penandatangan MoU ini, menunjukkan kuatnya komitmen Jababeka Morotai dalam membantu memajukan Pulau Morotai, khususnya dari sisi perekonomian.
Adapun penandatangan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Jababeka Morotai, Basuri Tjahaja Purnama dengan Kuroda Yunosuke selaku chairman dari Oisca International di Board of Directors Room, lantai 25, Menara Batavia- Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021).

 

Pasca penandatangan MoU ini, pihak Jababeka Morotai akan menyediakan lokasi, lahan, mengurus segala perizinan untuk pembangunan pusat pelatihan dan fasilitas pendukung. Sementara OISCA International bertanggung jawab untuk membangun training center beserta fasilitas penunjang lainnya.
Yunosuke selaku chairman dari OISCA International, mengaku antusias terhadap proyek ini dan berharap bisa memulai proyek ini secepatnya. Ia bercerita bahwa dirinya sudah menyusun framework kerjasama ini agar kedua belah pihak memiliki satu persepsi.
Bahwasanya pengembangan proyek ini akan dilakukan dengan 3 fase, yaitu fase pertama itu terkait pengembangan monumen Perang Dunia II dan training centre, fase kedua yaitu pengembangan aneka jenis tanaman untuk pertanian, fase ketiga itu pengembangan biomassa.
“Tahap kedua kita akan bikin sekolah IOSCA, mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah kejuruan. Dan itu di sekolah itu akan dibuat club, karena di jepang itu guru wajib ada club, seperti judo, kendo, dan lain-lain. Jadi, murid nggak diam-bingung setelah belajar di sekolah. Untuk pembangunan pertanian, kami akan menyediakan sayuran itu 30 jenis, dan buah buah 15-an jenis. itu semua organik, dan akan juga diajarkan teknik hydroponik,” terang Yunosuke.

 

MoU Jababeka Morotai & OISCA International 1/3
Dengan komprehensif-nya proyek tersebut dan dibukanya rute Bali-Morotai-Hongkong, Yonosuke pun berharap kerjasama ini bisa menjadi tempat bertemu para pebisnis untuk saling bertukar informasi. Sehingga nanti bisa menciptakan bisnis baru ke depannya, seperti ekspor produk dari yang dibuat Pulau Morotai. Alhasil, kata Yunosuke, bisnis yang dikembangkan di Pulau Morotai bisa berjalan lebih lancar.
“Tak lupa, dalam proyek ini kami akan membuat desa bernuansa jepang untuk bisa tourism dan juga orang Jepang bisa stay,” tambahnya.
Mendengar hal itu, Basuri Tjahaja Purnama, berharap proyek tersebut bisa terealisasi dengan cepat dan berjalan lancar. Karena pada prinsipnya, Jababeka Morotai — salah satu anak usaha dari Jababeka Group, siap memenuhi kebutuhan yang diminta oleh pihak OISCA International.
Lebih dalam, ia menerangkan bahwa jika lancar, proyek ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai. Sebagaimana tujuan awal dari training centre dan fasilitas penunjang, yaitu sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia atau skill masyarakat lokal. Sehingga bisa nantinya membuat mesin pertanian, bercocok tanam, lalu produknya diekspor keluar negeri. Salah satunya ke Jepang.
Untuk proyek ini, kata Basuri, Jababeka Morotai menyediakan lahan total seluas 12 hektar, yaitu 2 hektar untuk pembangunan pusat pelatihan dan 10 hektar untuk fasilitas penunjang.
“Hal itu adalah bentuk komitmen kami ingin memajukan Morotai. Mohon doa dan support-nya agar proyek ini bisa berjalan lancar, karena kalau lancar maka bisa meningkatkan perekonomian Pulau Morotai,” tutupnya.
]]>
Island Hopping di Pulau Morotai, Dari Pasir Putih Hingga Dodola yang Membuat Jatuh Cinta https://www.jababekamorotai.com/island-hopping-di-pulau-morotai-dari-pasir-putih-hingga-dodola-yang-membuat-jatuh-cinta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=island-hopping-di-pulau-morotai-dari-pasir-putih-hingga-dodola-yang-membuat-jatuh-cinta Thu, 10 Sep 2020 10:21:44 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1609 Island Hopping di Pulau Morotai, Dari Pasir Putih Hingga Dodola yang Membuat Jatuh Cinta Selengkapnya »

]]>
Sebagai negara kepulauan, tidak mengherankan Indonesia terkenal akan berbagai keindahan alamnya. Salah satunya adalah Pulau Morotai, yang berlokasi di sisi utara Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara. 
Banyak yang bilang, keindahan Pulau Morotai sebanding, atau bahkan lebih indah jika dibandingkan dengan Raja Ampat. Jika Anda berencana berpetualang dan mencari ide destinasi wisata untuk dikunjungi, maka wisata Morotai adalah tempat yang tidak boleh Anda lewatkan. Salah satu kegiatan yang wajib Anda lakukan adalah jelajah pulau atau island hopping. Hal itu karena Pulau Morotai merupakan pulau yang terkenal akan wisata pantainya yang indah.  Mau tahu pulau-pulau indah yang biasa dikunjungi para wisatawan untuk island hopping? Selengkapnya di bawah ini. 
Pulau Pasir Putih
Sebagaimana namanya, pulau ini merupakan pulau dari tumpukan pasir pasir putih. Luas pulaunya tidak lebih luas dari lapangan sepak bola. Sepanjang mata memandang Anda hanya akan melihat hamparan pasir dan birunya air lautan. Air sekitar pulau juga termasuk jernih, sehingga Anda bisa bermain air ataupun berenang.
Pulau Dodola
Pulau Morotai dikelilingi oleh berbagai pulau kecil yang bisa dikunjungi dengan mudah menggunakan perahu. Salah satunya adalah Pulau Dodola, yang terbagi menjadi Dodola Besar dan Dodola Kecil, dan terpisahkan jarak sejauh 500 meter saja. Tapi, ketika kondisi air laut sedang surut, kedua pulau tersebut akan terlihat seolah jadi satu.
Pantai pasir putih yang menyebar di pesisir pulau adalah daya tarik utamanya. Dan tentunya, lokasi ini sangat jauh dari keramaian sehingga Anda akan merasakan seperti berada di private island! Anda juga bisa menikmati hiburan air dengan menghabiskan waktu sambil snorkeling atau menyelam. Jika memiliki hobi memancing, Anda juga akan dimanjakan di pulau Dodola ini.
Pulau Zum-zum
Salah satu wisata Morotai yang satu ini bukan hanya indah, tapi juga punya nilai sejarah. Konon, dulu Pulau zum-zum adalah markas peristirahatan Jenderal Douglas MacArthur, pemimpin pasukan sekutu di area Asia Pasifik. Karena itulah Pulau zum-zum juga dikenal di dunia dengan nama Zum-Zum McArthur Island. Di pulau ini, Anda bisa menemukan pantai cantik berpasir putih serta berbagai situs bersejarah lainnya, seperti bekas rumah tinggal Jenderal MacArthur, Monumen MacArthur, dan tempat pendaratan tank amfibi.
Pulau Kolorai
Pulau cantik di Morotai lainya yang wajib dikunjungi adalah Pulau Kolorai. Di pulau ini, Anda bisa menikmati tenangnya nuansa pantai yang sepi dengan angin sepoi dan deburan ombak yang tenang. Dengan begitu, Anda bisa berenang di laut dengan nyaman, atau ber-snorkeling ria bersama teman atau keluarga.
Pulau ini juga merupakan pulau di mana para nelayan Morotai tinggal, sehingga Anda juga bisa berinteraksi dengan warga lokal maupun mengamati aktivitas para nelayan saat akan melaut atau pulang dari laut. Jika memungkinkan, kunjungilah Pulau Kolorai saat Festival Kolorai diadakan. Pasalnya, para wisatawan bisa mengikuti berbagai kegiatan festival, seperti Susiru, Tikar Adat, dan Kabilano.
Pulau Kokoya
Pulau cantik berikutnya yang wajib di kunjungi ketika liburan ke Morotai adalah Pulau Kokoya. Pulau ini menawarkan keindahan pantai berpasir putih dan lembut sebagai tempat bersantai. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya, Pulau Kokoya tidak berpenghuni, sehingga dijamin Anda akan merasa seolah sedang berada di pulau pribadi.
Di sana Anda bisa menikmati berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling, dan scubadiving. Karena banyaknya terumbu karang yang tersebar mengelilingi pulau, Anda bisa menikmati pemandangan ikan-ikan cantik dan hamparan terumbu karang yang masih sangat alami.
Nah, bagaimana kesan Anda dengan pulau-pulau untuk island hopping di atas? Menarik untuk dikunjungi, kan.  Jika Anda tertarik untuk island hoping di Morotai, tak usaha cemas. Sebab D’Aloha Resort – penginapan ternama di Morotai – menyediakan paket tur island hopping dengan harga yang terjangkau. Anda bisa mengunjungi lamannya melalui  https://www.jababekamorotai.com/dodola-island/ , atau menghubungi ke no : 0812 82896292 atau 0853 48597825.
]]>
Pulau Morotai, “Surga” Bagi Divers dan Travelers https://www.jababekamorotai.com/pulau-morotai-surga-bagi-divers-dan-travelers/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pulau-morotai-surga-bagi-divers-dan-travelers Tue, 04 Aug 2020 02:57:15 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1583 Pulau Morotai, “Surga” Bagi Divers dan Travelers Selengkapnya »

]]>
MOROTAI merupakan pulau di Kepulauan Halmahera yang memiliki pesona alam dan bahari yang menakjubkan. Bahkan saking indahnya, Pulau Morotai sampai dijuluki sebagai Maldives-nya Indonesia.  Banyak traveler pun jatuh cinta dengan Pulau Morotai hingga membuatnya balik lagi dan lagi.

Seperti di rumah

Satu diantaranya adalah Riyo Sudjana, seorang diver dan pengusaha. Ya, ia mengaku dalam setahun bisa 2-3 kali liburan ke Pulau Morotai. Hal itu karena Riyo telah terpesona dengan keindahan alam dan keramahan masyarakatnya.

Mula-mula Riyo jatuh cinta dengan keindahan alamnya, baru setelah itu ia jatuh hati dengan hospitality masyarakat Morotai. Riyo merasakan keramahan tersebut saat kali kedua ia datang ke Morotai seorang diri. Selama hampir dua minggu ia tinggal dan keliling Pulau Morotai –  untuk mengenal lebih dekat Pulau Morotai, dan Riyo merasakan ada kecocokan antara dirinya dengan karakter masyarakat Morotai.

Riyo bercerita bahwa dirinya bisa ngobrol “panjang-lebar” di rumah warga setempat yang belum ia kenal ataupun yang baru dia kenal. Dan mereka sendiri tidak merasa risih bercengkrama dengan Riyo – yang notabene seorang pendatang. Hal itulah yang membuat Riyo lambat laun betah jika pelesiran ke Pulau Morotai.

“Saya ini diver, sudah diving kemana-mana. Hampir seluruh spot diving Indonesia Timur saya sudah pernah coba, seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan spot-spot diving di Sulawesi. Tapi nggak ada yang membuat saya seperti di rumah. Cuma di Morotai saya merasakan seperti di rumah,” kata Riyo melalui sambungan telepon, baru-baru ini.

“Kalau di Morotai, jangan kaget jika kamu lewat di suatu perumahan warga, terus kamu ditawari mampir untuk sekedar ngopi atau ngobrol. Pertama kalinya, jujur, saya kaget ditawari mampir. ‘Kok sudah ditawari mampir kan baru kenal?’ Tanya saya dalam hati. Tapi begitu main ke daerah lain rupanya warga setempat suka menawari mampir juga. Dan akhirnya saya jadi sadar ‘oh ini karena memang karakter masyarakatnya (ramah-ramah),” tambah Riyo.

Setiap spot diving punya keunikan masing-masing

Sementara untuk keindahan alamnya, Riyo menilai Pulau Morotai merupakan salah satu spot diving terbaik di Indonesia. Sebab pulau Morotai punya 28 diving spot yang setiap spot-nya punya keunikan tersendiri. Apakah itu, blacktip shark, kapal dan mobil bekas Perang Dunia II, arusnya, coral, sampai cave.

Diving di Pulau Matita, (Foto: Riyo Sudjana)

“Ditambah lagi, transportasi ke Morotai itu gampang. Dari airport ke tempat penginapan, D Aloha Resort, cuma 10 menit. Kalau dari Halmahera mau naik kapal Feri cuma empat jam, jadi nggak capek di jalan. Kalau diving di tempat lain biasanya lebih dari itu. Bisa 10 jam. Itu yang biasanya kita para diver mikir dua kali. Nah di sini kan ada airport,” terang mantan seorang chef ini.

 Hingga saat ini, Riyo mengaku, masih suka traveling ke Morotai seorang diri. Tapi belakangan ia merangkap juga sebagai trip planner, di mana Riyo membawa teman-temannya agar bisa mengenal Pulau Morotai lebih dekat. Apakah itu model, presenter, pengacara, dan profesi lain yang punya banyak waktu untuk liburan.

View guarantee

Satu hal yang biasa Riyo janjikan ke temannya jika mengajak ke Pulau Morotai adalah view guarantee dengan spot diving yang beragam. Menurutnya, hal itu tak banyak ditawarkan di tempat destinasi wisata yang lain. Apalagi, tempat wisata yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Morotai. Karena Jababeka Morotai – selaku pengembang kawasan – sudah menyediakan juga fasilitas pendukung bagi traveler, seperti resort dan homestay, Oleh karenanya, jarang yang menolak tawaran Riyo saat dirinya menawarkan paket trip ke Morotai.

“Kalau dari keindahan alam bawah lautnya, pemandangannya itu terjamin. View guarantee deh. Laut di Morotai itu beda banget. Saya pernah ke tempat-tempat diving, mulai dari dalam negeri sampai luar negeri, seperti di Australia.

Kalau di Pulau Morotai spot diving-nya itu beragam. Mau diving yang ‘cantik-cantik’; main dengan ikan kecill berwarna warni di atas coral tapi nggak dalam, itu di Morotai ada. Atau mau main yang ‘dalam-dalam’, main di kapal (karam), main di arus kencang atau lambat, atau mau caving? Semua ada. Apa mau ngejar mola atau paus pembunuh? Di sini ada jalur dan masa masanya,” tambah Riyo.

Bahkan, tambah Riyo, di Morotai ada gugusan coral sepanjang 300 meter di Pulau Rao-Morotai yang menurut Lembaga penelitian Karang NGO internasional usianya lebih tua dibanding gugusan coral yang di Raja Ampat. Hanya saja orang belum banyak yang tahu.

Diving di atas berbagai karang, (Foto: Riyo Sudjana)

“Oleh karenanya, saya banyak mengajak teman-teman saya ke sini agar mereka tahu. ‘Tenang aja, di Morotai itu banyak pilihan. Jadi lu nggak bakal bosan’, saya bilang. Sebab kalau kita mau diving ke Banda aja, misalnya. Kalau sudah selesai mengeksplor spot diving di sana, yaudah kita pulang. Dapatnya satu spot aja. Kalau di Morotai bisa dapat banyak, tinggal pilih,” terang Riyo.

 Di luar kegiatan diving

Buat kamu yang tidak ingin diving, Pulau Morotai juga merupakan tempat wisata yang asyik. Kamu tak akan kehabisan aktivitas selama di sana. Di Pulau Morotai, kamu bisa menjelajahi pulau-pulau indah tak berpenghuni. Salah satunya ke Dodola, destinasi ikonik di pulau Morotai. “Di sana kamu bisa mantai, foto-foto, berenang di pinggir pulau yang airnya sangat jernih,” terang Riyo.

Pulau Dodola, (Foto: Riyo Sudjana)

“Mancing juga salah satu kegiatan yang mengasyikkan di Morotai. Karena kamu nggak perlu harus pergi ke tengah lautan. Cukup 30 menit sudah dapat ikan tuna yang besar-besar.

 Kalau mancing di pulau Jawa kan kita harus ke tengah laut dengan perjalanan 5-6 jam. Nanti begitu kita dapat ikan, langsung ke tempat pengolahan ikan yang berada di pinggir pantai. Lanjut di-fillet dagingnya, jadi sashimi yang enak banget pasti kalau langsung dimakan. Fresh banget soalnya,” ungkap Riyo.

Mancing di laut Morotai, (Foto: Riyo Sudjana)

Kalau mau yang memacu adrenalin, kamu bisa offroad dan tracking menuju ke Air Terjun Raja, goa bekas tempat persembunyian tentara jepang, atau masuk hutan untuk mencari burung endemik kepulauan Indonesia Timur” terang Riyo.

Offroad keliling Morotai, (Foto Riyo Sudjana)

Menurut Riyo, para diver atau traveler perlu mencoba liburan ke Pulau Morotai –setidaknya sekali seumur hidup. Karena pesona yang dihadirkan Pulau Morotai tak kalah dengan Labuan Bajo, Raja Ampat atau Bali.

“Banyak patokan orang untuk diving itu Labuan Bajo atau Raja Ampat, dan kalau mau murah itu ke Bali. Tapi kalau saya bilang, ‘cobain deh ke Morotai’. Labuan Bajo itu arusnya kencang, jadi hanya buat diver yang punya lisensi advance. Pemula nggak bisa. Kalau di Morotai, spot diving untuk pemula ada, untuk advance juga ada. Kita bisa menyelam dan masuk-keluar goa. Masuk di kedalaman 28 meter dan keluar di kedalaman 32 meter. Soal harga, Morotai juga bersahabat,” katanya.

The best season in Morotai

Bagaimana soal best season sendiri di Morotai? Riyo menyarankan di bulan Maret sampai September. Karena periode tersebut merupakan best season wisata laut di Morotai.

Namun demikian, bukan berarti diluar season tersebut tidak bagus. Hanya saja kalau setelah bulan September, tidak semuanya bagus. “Kalau the best season, semua wisatanya bagus. Lautnya tenang dan airnya jernih. Sementara untuk memancing tuna dan ikan-ikan pelagis besar, sebaiknya di bulan September sampai Februari, karena di periode itu ombaknya sedang kuat,” ungkapnya.

“Kalau durasi liburan di Morotai sebaiknya berapa hari? Menurut saya, kalau kamu diving, 4-5 hari itu maksa. Sebaiknya seminggu. Karena untuk diving ke satu spot, ‘makan waktu’ seharian, yaitu berangkat pagi, pulang sore. Karena kalau baru diving, besoknya ‘dihajar’ diving lagi, badan ‘rontok’. Seminggu sudah paling minimum, agar badan bisa istirahat. Kalau mau nyoba ‘wisata darat’-nya tinggal nambah hari lagi,” tutup Riyo.

Kalau kamu tidak mau pusing ngatur trip-nya, kamu bisa hubungi D’Aloha Resort yang sudah memiliki paket trip yang lengkap – apakah diving, hopping island dan berbagai wisata lain di Pulau Morotai. D’Aloha akan memenuhi kebutuhan kemana pun pilihan destinasimu, mulai dari akomodasi, transportasi, pemandu profesional selama berada di Morotai, sampai antar-jemput ke Bandara Leo Wattimena Morotai.

Salah satu kamar yang disediakan D’Aloha Resort, (Foto: Jababeka Morotai)

Hingga kini, makin banyak traveler balik ke Morotai karena kecantikan alamnya seperti yang dirasakan Riyo. Bahkan sampai ada yang membeli properti di sana. Adapun yang laku dibeli oleh wisatawan biasanya adalah Falila Loft Studio, sebuah apartemen modern dengan harga 180 jutaan yang bisa dicicil sekitar 1,5  jutaan per bulan.

Alasan mereka beli apartemen sendiri agar mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya akomodasi saat di Morotai sekaligus sebagai passive income karena apartemen tersebut bisa disewakan ke masyarakat atau wisatawan. Bahkan bisa dijual ke orang asing karena berada di Kawasan Ekonomi Khusus. Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai Falila Loft Studio, bisa dicek di  https://www.jababekamorotai.com/falila-loft-studio/

]]>
Menginap di Pulau Morotai? D’Aloha Resort Jadi Pilihan yang Tepat! https://www.jababekamorotai.com/menginap-di-pulau-morotai-daloha-resort-jadi-pilihan-yang-tepat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menginap-di-pulau-morotai-daloha-resort-jadi-pilihan-yang-tepat Tue, 28 Jul 2020 02:02:16 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1571 Menginap di Pulau Morotai? D’Aloha Resort Jadi Pilihan yang Tepat! Selengkapnya »

]]>
MENIKMATI “kemolekan” Pulau Morotai pastinya tidak akan puas jika kita tidak menginap disana. Indahnya sunset dipagi hari menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu bagi kaum milenial maupun generasi z yang demen traveling.
Ada banyak pilihan penginapan di Pulau Morotai, namun salah satu resort yang bisa dijadikan pilihan adalah D’Aloha Resort. Alasannya adalah, resort ini memiliki lokasi di bibir pantai, sehingga wisatawan pun tak perlu jalan jauh jika ingin berenang ataupun diving untuk menikmati keindahan biota laut didalamnya.
Yunizar, Manager D Aloha Resort PT. Jababeka Morotai Tbk mengatakan bahwa D’Aloha Resort mulai dibuka untuk umum pada awal 2013. Mempunyai luas lokasi 4.5 hektar, resort ini memiliki jumlah cotage sebanyak 25 unit.

 

“Dari 25 cotage ini salah satunya kami gunakan untuk fasilitas day center sementara sisanya 24 terbagi jadi 3 tipe,  2 tipe sifatnya premium, yakni tipe 2 kamar, lalu ada lagi tipe deluxe dengan satu kamar atau tipe studio,” kata Nizar.
Menariknya lagi, Nizar menyebut bahwa seluruh konsep bangunan resort ini terinspirasi dari rumah tradisional. “Kita ambil dari rumah tradisional Tomohon, jadi konsepnya kayu-kayu dengan konsep rumah semi panggung,” tambah Nizar.
Lalu apa saja yang akan bisa dinikmati wisatawan jika menginap di D’aloha Resort?
Wisatawan bisa melakukan joging di pinggir pantai, berenang dan juga melakukan diving atau scuba diving. Ada tiga lokasi diving yang sangat menarik disana, antara lain Pulau Matita – di mana kita bisa berenang dengan ikan hiu sirif hitam didalamnya, Pulau Kakoa dan Pulau Dodola – destinasi ikonik di Pulau Morotai.
Tak sampai di situ, setiap spot di D’Aloha Resot sangat instragamable. Contohnya spot di depan resort, jika kamu berdiri di pagi hari, akan terlihat pemandangan pantai yang indah. Untuk bisa merasakan hal itu, kamu hanya butuh bangun pagi agar bisa menikmati indahnya sunrise. Mau menikmati pemandangan itu sambal sarapan? Hal itu juga bisa.
D’aloha Resort merupakan penginapan yang dibangun oleh PT Jababeka Morotai yang yang merupakan pihak pengembang KEK Pariwisata Morotai. Resort ini merupakan resort bintang 3 dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

 

Salah satunya menyiapkan paket tur di pulau Morotai yang terjangkau bagi traveler. Dalam paket tur ini, D’Aloha Resort akan menjemput-antar pulang wisatawan di Bandara, menyediakan penginapan, makanan, sampai pemandu dengan harga perorang mulai dari Rp2.800.000,- untuk 3 hari 2 malam. 

 

Terdiri dari 25 cotage, resort ini juga menyediakan penginapan tipe Deluxe dengan 1 bedroom atau tipe studio dengan harga sewa Rp 847,000 per malam. Sementara untuk tipe premium dengan 2 bedroom dibanderol dengan harga Rp 1,089,000 per malam.
“Lokasi kami ini kalau dari bandara morotai cuma 10 menit naik mobil, jadi lokasinya di morotai selatan jadi dari bandara 10 menit terus kalau kita mau ke pusat kota, yaitu Daruba, cuma 10 menit juga. Jadi posisi kami itu di tanjung, paling selatannya pulau morotai, namanya Tanjung Dehegila,” tutup Nizar.
]]>
Napak Tilas Peninggalan Perang Dunia II yang Eksotis di Pulau Morotai https://www.jababekamorotai.com/napak-tilas-peninggalan-perang-dunia-ii-yang-eksotis-di-pulau-morotai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=napak-tilas-peninggalan-perang-dunia-ii-yang-eksotis-di-pulau-morotai Mon, 13 Jul 2020 08:20:17 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1552 Napak Tilas Peninggalan Perang Dunia II yang Eksotis di Pulau Morotai Selengkapnya »

]]>
Mengulik keindahan kepulauan nusantara memang tak kan pernah ada habisnya. Berbagai destinasi wisata tersedia, bahkan banyak yang belum terjamah dan masih asri.

Salah satu yang berhasil memikat hati para traveler adalah pulau Morotai. Pulau yang sempat menjadi persembunyian tentara jepang dan sekutu pada Perang Dunia II ini menyimpan banyak peninggalan perang yang tak ternilai harganya.

Dari banyaknya peninggalan perang tersebut,  Pulau Morotai jadi  dikenal akan kekayaan sejarahnya. Sebut saja ‘bangkai’ kendaraan tempur jenis Jeep Willys yang berada di di dasar laut Wawama –Morotai Selatan. Di mana telah menjadi spot diving yang disukai banyak para divers.

Tak heran jika pemerintah menetapkan pulau Morotai sebagai salah satu KSPN Prioritas atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Kawasan Ekonomi Khusus Morotai yang dikelola oleh PT Jababeka Morotai ini memiliki Museum Perang Dunia II. Museum tersebut  berisi perlengkapan perang yang pernah digunakan pasukan Sekutu dan Jepang.

“Di luar museum, berdiri dengan gagah beberapa tank peninggalan Perang Dunia II. Sementara didalamnya, terdapat penjelasan secara rinci kekuatan tentara Sekutu dan Jepang yang bertempur. Tiap dinding museum juga berisi kisah pertempuran yang terjadi dalam memperebutkan pulau tersebut,” ungkap Mikhael Toyang Manimaes (25 Tahun), traveler yang berasal dari Kota Jailolo-Maluku Utara.

 

 

Seluruh perlengkapan tersebut merupakan hasil restorasi dari perlengkapan yang diangkat dari perairan Morotai. Kini, Museum Perang Dunia II ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak hanya itu, Morotai juga mempunyai lokasi untuk aktivitas snorkeling dan scuba diving dengan lanskap sejumlah kapal dan pesawat perang yang karam selama Perang Dunia II.

Menurut Mikhael, Morotai merupakan salah satu kabupaten yang indah dilihat dari segi pariwisatanya yang menawarkan paket lengkap dari wisata alam, sejarah dan kuliner.

 

 

“Hal tersebut membuat saya jatuh cinta pada pandang pertama ketika melihat eksotisnya pantai pantai disana, benda – benda peninggalan yang bercerita serta makan makan khas khususnya seafood yang masih fresh,” kata pria yang akrab dipanggil Mike ini.

Menurut Mike, Museum Perang Dunia ke II merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika sedang melakukan kunjungan wisata di pulau Morotai. Alasanya, di tempat ini terdapat barang barang prasejarah yang tidak bisa ditemui di tempat lain.

“Berdasarkan pengalaman saya di tempat ini banyak peninggalan peninggalan bersejarah yang sudah lama dan menarik perhatian saya dan teman saya ketika melihat benda benda tersebut. Mulai dari alat tempur, peluru dan baju baju bekas perang dulu. Semua masih terawat dengan baik. Jadi, kita bisa membayangkan sendiri bagaimana situasi perang saat itu,” ungkap Mike.

Sudah dua kali Mike berkunjung ke pulau Morotai, saking indahnya ia bahkan tidak pernah merasa bosan berada di pulau tersebut. Pada kunjungan pertamanya, Mike berkunjung bersama teman-temanya dan menginap selama lima hari.

“Pertama kali memang kami kurang mengeksplor Morotai dikarenakan ada pekerjaan yang harus kami selesaikan,” ungkapnya.

Untuk yang kedua kalinya, Mike juga mengajak teman serta tamu dari Kota Bandung untuk berkunjung dan menikmati keindahan pulau Morotai dan menginap selama tiga hari. Untuk menginap, Mike pun mempercayakan D’aloha Resort selama berada di Morotai.

“Kami menghabiskan waktu kurang lebih 3 hari untuk mengunjungi tempat tempat wisata mulai dari pantai, museum dan berwisata kuliner. Kami melakukan snorkeling dan mengabadikan beberapa foto untuk koleksi sosmed kami,” ungkapnya.

Mike mengungkapkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Morotai, dia dan teman-temanya menggunakan jasa sewa mobil dengan budget sebesar Rp500.000 per hari. Sementara, untuk ke Pulau pulaunya Mike menyewa speedboot dengan tarif Rp800.000 per hari.

Pengalaman Mike di pulau Morotai ini memang tak bisa dilupakan. Pemandangan dan keindahan pulau Morotai yang sangat eksotis telah mencuri hatinya. Dia pun berharap dapat segera berkunjung kembali ke Pulau ini

“Terimakasih untuk kotanya yang begitu eksotis. Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir dan kita bisa berkunjung lagi di tempat-tempat keren di Indonesia,” ungkap Mike.

 

]]>
Dijuluki Sebagai Surga Dunia, Pesona Pulau Dodola Bikin Jatuh Hati Traveler https://www.jababekamorotai.com/dijuluki-sebagai-surga-dunia-pesona-pulau-dodola-bikin-jatuh-hati-traveler/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dijuluki-sebagai-surga-dunia-pesona-pulau-dodola-bikin-jatuh-hati-traveler Fri, 26 Jun 2020 09:52:00 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1545 Dijuluki Sebagai Surga Dunia, Pesona Pulau Dodola Bikin Jatuh Hati Traveler Selengkapnya »

]]>

Apakah kamu pernah liburan ke Pulau Morotai? Berwisata di Pulau Morotai kurang lengkap jika kamu tidak mampir di pulau-pulaunya yang sangat indah. Karena Pulau Morotai dikenal memiliki banyak tempat wisata pantai dengan pemandangan yang menakjubkan. Beberapa pulau yang wajib dikunjungi saat berada di pulau ini antara lain adalah Pulau Dodola, Pulau Kokoya, Zumzum, Mitita, Kolorai, Galo-Galo, Ngele-Ngele, Kapa-Kapa, Pasir Timbul, Pulau Rao dan banyak lagi yang menjadi tujuan island hopping.

Diantara pulau-pulau yang menawan tersebut, Pulau Dodola yang terbagi menjadi dua pulau ini menjadi salah satu alasan pelancong untuk datang ke Pulau yang berada di timur laut Pulau Halmahera ini. 

Seperti yang disampaikan oleh Safira Meilani (25), pelancong asal Cilandak Jakarta Selatan dan tiga temanya yang jatuh hati dengan pesona keindahan pulau yang terletak di Maluku Utara ini. Ia datang ke Pulau Morotai pada tahun 2017 selama 3 hari dua malam karena penasaran akan pesona pulau Dodola yang memiliki pasir berwarna putih nan sangat lembut.

“Sensasi berjalan kaki di atas pasir putih halus di antara dua pulau, Dodola Besar dan Dodola Kecil menjadi hal menarik yang sayang sekali jika dilewatkan,” kata Safira.

Menurut Safira, Pulau Dodola dikatakan sebagai surga dunia Karena kecantikan dan keasrian alam yang ditawarkan begitu luar biasa dengan alam yang masih murni dan belum terjamah atau masih perawan

“Pemandangan lautnya yang hijau, jernih dan kebiru-biruan itu bikin kita terkagum-kagum,” ungkap Safira.

Uniknya lagi, jika air laut sedang surut, kedua pulau ini akan dihubungkan oleh pasir putih. Pasir putih tersebut seolah menjadi jembatan tersembunyi diantara kedua pulau. 

“Bisa dibayangkan betapa indahnya berjalan diatas pasir menyeberang dari satu pulau kepulau lain dengan indahnya laut biru disisi kanan dan kiri,” tambahnya.

Tepat di muka Dodola Kecil, terdapat tulisan besar “Island Dodola D’aloha” dengan lambang hati berwarna merah. “Inilah salah satu spot foto favorit untuk berswafoto yang sangat disayangkan jika dilewatkan. Gak cuma itu spot foto yang menarik, di ujung Dodola Kecil juga terdapat hamparan pasir kosong yang asyik buat berfoto-foto apalagi kalau pas suasana sepi,” ungkapnya.

Untuk dapat menikmati keindahan pulau ini, tentunya traveler harus meluangkan waktu untuk menginap. Berbicara penginapan, D’Aloha Resort merupakan pilihan yang tepat bagi para pelancong. Karena resort ini dikelola oleh PT Jababeka Morotai selaku pengelola kawasan ekonomi khusus.

Karena resort ini telah menyiapkan paket tur di pulau Morotai yang terjangkau untuk traveler. Dalam paket tur ini, D’Aloha Resort akan menjemput-antar pulang wisatawan di Bandara, menyediakan penginapan, makanan, sampai pemandu dengan harga perorang mulai dari Rp2.800.000,- untuk 3 hari 2 malam. 

]]>
Pulau Dodola, Destinasi Ikonik Wisata di Pulau Morotai https://www.jababekamorotai.com/pulau-dodola/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pulau-dodola Fri, 26 Jul 2019 09:58:01 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=621 Pulau Dodola, Destinasi Ikonik Wisata di Pulau Morotai Selengkapnya »

]]>
Buat kamu yang menyukai pantai atau diving, pulau Morotai wajib masuk list destinasi wisata yang harus kamu kunjungi. Karena Pulau ini punya pulau Dodola yang memiliki pantai indah dan spot diving yang unik. Saking indahnya, pulau Dodola bahkan dijuluki sebagai Pulau Surga.

Destinasi ikonik wisata di Pulau Morotai

Pulau Morotai dikelilingi 33 pulau kecil, 7 diantaranya pulau berpenghuni, antara lain pulau Kolorai, pulau Ngele-ngele, pulau Golo-golo, pulau Rao, dan pulau Saminyamau. Nah, pulau Dodola adalah salah satu pulau tak berpenghuni yang punya pesona tersendiri. Pulau ini terdiri dari pulau Dodola Besar dan pulau Dodola Kecil. 

Keindahan pulau Dodola akan terlihat saat air laut sedang surut. Saat itu kamu akan melihat ada pasir timbul yang membentuk jalan dari pulau Dodola Besar dan pulau Dodola Kecil. Bila matahari sudah naik ke atas dan air laut sudah benar-benar surut, pemandangan pasir putih akan terbentang luas di depan mata.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Paramiswari (@paramiswari) on

Kurang lebih panjangnya 500 meter dari Pulau Dodola kecil sampai Pulau Dodola Besar yang bisa kamu nikmati dari pukul 10 pagi sampai pukul 7 malam. Kamu juga bisa berenang di sana karena di bagian pinggir pulau cukup dangkal. Dengan pesona keindahan tersebut, tak heran jika pulau Dodola ini menjadi destinasi ikonik pulau Morotai.

Hal ini pulalah yang dirasakan Paramiswari, traveler asal Palembang. Keindahan pantai Dodola berhasil menghipnotisnya hingga membuat Paramiswari mau berlama-lama dibanding pulau lainnya. Ia bercerita bisa menghabiskan4-5 jam di pulau Dodola, mulai dari siang sampai sunset tiba. Air yang jernih, hamparan pasir putih, aneka terumbu karang, dan beragam ikan yang berwarna warni membuat dia betah berlama-lama di sana.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Paramiswari (@paramiswari) on

“Waktu itu saya datang bersama tiga teman saya. Di sana saya main drone, berenang, dan free diving. Saya senang sekali. Karena saya itu kalau traveling nggak mau yang sedikit spot wisatanya. Sebagai content maker, Pulau Dodola ini spot yg tepat buat bikin banyak konten. Semuanya sesuai ekapektasi saya dan bikin saya betah berlama-lama,” terang wanita yang biasa disapa Kiting ini.

Menurut Paramiswari, trip ke pulau Morotai tak akan cukup bila hanya datang sehari. Travelers harus menyediakan hari lain jika mau bisa meng-eksplore semua keindahan di Pulau Morotai. 

“ Tahun 2015 waktu pertama kali ke pulau Morotai, itu cuma sehari ke pulau Morotai. Dan sehari itu cuma bisa dapat keliling pulau doang. Nggak dapat wisata lautnya. Padahal, saya sadar kalau wisata ke ‘daerah timur’ itu karena wisata lautnya. Makanya saya datang lagi di tahun 2018, dan nginap seminggu; di sana main ke pulau Dodola lagi,” kenang Paramiswari.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Paramiswari (@paramiswari) on

Pulau dengan nilai sejarah

Keistimewaan lain dari pulau Dodola ialah pulau ini punya nilai sejarah. Ya, pulau Dodola adalah saksi pertempuran pada masa Perang Dunia II. Itu karena pulau ini jadi jalur pertempuran antara pasukan sekutu (Amerika-Australia) dan Jepang. Oleh karenanya, banyak sisa-sisa perang berada di dasar laut dan daratan. Sehingga, Pulau Dodola menjadi salah satu tempat scuba diving Indonesia yang cukup terkenal.

“Salah satu spot yang bisa kamu coba ialah Wawama Wreck  Dive Point yang berada di Wawama Morotai Selatan. Inilah tempat yang menjadi saksi bisu peristiwa Perang Dunia II. Dari bibir pantai, kamu hanya perlu berjalan 100 meter untuk bisa melihat sisa-sisa peperangan antara Sekutu dan Jepang, “ ungkap Yunizar, manager D Aloha Resort / PT. Jababeka Morotai Tbk selaku pengembang kawasan wisata Pulau Morotai, lewat sambungan telepon, baru-baru ini.

Saat kamu menyelam di kedalaman 25 meter, kamu bakal bertemu bangkai kendaraan tempur jenis Jeep Willys. Kamu akan melihat jelas mulai dari mesin mobil, ban, sampai setir-nya. Semuanya masih lengkap! 

“Bergeser ke spot lain di kedalaman 40 meter, pemandangan kamu akan dipenuhi bangkai pesawat tempur yang dipakai sekutu saat Perang Dunia II, Bristol Beaufort. Pesawat pengebom ini sangat besar dan masih utuh yang banyak membuat penyelam berdecak kagu, “ urai pria yang suka menemani tamu D’Aloha Resort berwisata di pulau Morotai.  

 

Menelusuri sisa Perang Dunia II

“Bangkai” sisa peperangan pun masih banyak. Tak hanya di Pulau Dodola tapi juga tersebar di Pulau Morotai. Itu sebabnya pulau Morotai sulit dipisahkan dari peristiwa Perang Dunia II. Dikarenakan posisinya yang sangat strategis, Pulau Morotai jadi rebutan antara sekutu (Amerika-Australia) dengan Jepang di tahun 1942. Bahkan, banyak orang yang tidak mengetahui kalau Pulau Morotai adalah tempat pemasangan dan pelepasan pemboman nuklir ke Nagasaki dan Hiroshima,” kata Nizar. 

Paramiswari sendiri tahu bahwa Pulau Dodola punya pesona keindahan laut yang unik. Sayangnya wanita yang juga suka naik gunung ini mengaku belum sempat mencoba spot diving tersebut. 

“Saya tahu ada sisa kapal perang, mobil jeep, tank, dan goa dalam laut, di bawah laut pulau Morotai. Pas terakhir datang, saya cuma dapat hopping island (jelajah pulau), diving ke Mitita Island –yang kita bisa berenang bersama hiu – dan main ke Air Terjun Raja. Ini makanya saya mau balik lagi ke Pulau Morotai,” ungkapnya mengebu-gebu.

Untuk waktu ideal travelling ke pulau Morotai, Nizar menyarankan bahwa para wisatawan sebaiknya menyediakan waktu 3 hari 2 malam. Karena itu sudah mencakup semua wisata yang ada di pulau Morotai. Adapun D’Aloha Resort sudah menyiapkan paket tur pulau Morotai yang terjangkau untuk para wisatawan. Di mana pihak D’Aloha Resort akan menjemput-antar pulang wisatawan di Bandara, menyediakan penginapan, makanan, sampai pemandu.

“Harga perorang mulai dari Rp2.800.000,- untuk 3 hari 2 malam. Sudah tentu, semakin banyak yang ikut tur, biayanya semakin murah. Kamu bisa menghubungi 0812 99 000 560 atau 0812 9823 4817 untuk lebih jelasnya. Kalau mau tahu detail itenarary-nya, kamu bisa akses di https://www.jababekamorotai.com/dodola-islan/, “ pungkas Nizar.

]]>