Newsflash – Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com THE HUB TO INDONESIAN AND ASEAN MARKETS Tue, 14 Oct 2025 10:37:36 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0.22 https://www.jababekamorotai.com/wp-content/uploads/2019/01/logo_jababeka_morotai-150x150.jpg Newsflash – Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com 32 32 iNews.id : Keunikan Festival Morotai 2019, Tampilkan Monumen Perang Dunia II https://www.jababekamorotai.com/inews-id-keunikan-festival-morotai-2019-tampilkan-monumen-perang-dunia-ii/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inews-id-keunikan-festival-morotai-2019-tampilkan-monumen-perang-dunia-ii Mon, 12 Aug 2019 09:49:14 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=726 iNews.id : Keunikan Festival Morotai 2019, Tampilkan Monumen Perang Dunia II Selengkapnya »

]]>
Narasumber Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai dalam Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Rabu (7/8/2019).

MOROTAI, iNews.id – Travelling ke Morotai tidak lengkap jika belum melihat ikon monumental Perang Dunia II. Monumen kuno ini menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

Wisata sejarah yang menampilkan keunikan ini dapat Anda lihat di Festival Morotai. Festival ini menampilkan daya tarik wisata di Maluku Utara dan sekitarnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Festival Morotai tahun ini menghadirkan acara puncak bertajuk Land Of Stories. Ini menjadi atraksi wisata tersendiri yang bisa menarik wisatawan.

“Saya sampaikan kepada Bupati untuk membuat ikon-ikon Perang Dunia II di Morotai,” kata Menpar dalam sambutannya di Acara Puncak Festival Morotai di Maluku Utara, Rabu (7/8/2019).

Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Pulau Morotai merupakan satu museum besar Perang Dunia II. Satu hari sebelumnya, Menpar mengunjungi beberapa lokasi wisata di Morotai. Salah satunya, yakni Museum Perang Dunia II dan Trikora.

Menurutnya, museum tersebut sangat menarik karena menyimpan sejarah pada masa Perang Dunia II, serta masa pembebasan Irian Barat.

Menpar melihat antusiasme masyarakat dalam Festival Morotai yang masuk dalam Calender Of Event 2020.

“Dari Maluku Utara, ada dua festival yang masuk dalam CoE 2019, yakni Festival Morotai dan  Festival Jailolo,” kata Menpar.

Di sisi lain, sebagai faktor pendukung, Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di tingkat nasional. Diikuti oleh Sulawesi Utara dan Maluku sebagai peringkat kedua dan ketiga.

Menpar berpendapat, ketiga daerah ini memiliki ciri khas yang hampir sama, yakni masyarakatnya menyukai seni seperti tarian dan nyanyian.

“Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan perkapita juga naik,” kata Menpar.

Festival Morotai merupakan festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata.

Selain itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI.

“Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini” ujar Benny Laos.

Festival Morotai 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Acara disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang sangat antusias.

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made). Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai, dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Artikel ini telah tayang di Inews.id dengan judul “Keunikan Festival Morotai 2019, Tampilkan Monumen Perang Dunia II”.

https://www.inews.id/travel/destinasi/keunikan-festival-morotai-2019-tampilkan-monumen-perang-dunia-ii

Editor : Tuty Ocktaviany

]]>
Kompas.com : Bambu Tada Sukses Bikin Meriah Festival Morotai 2019 https://www.jababekamorotai.com/kompas-com-bambu-tada-sukses-bikin-meriah-festival-morotai-2019/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kompas-com-bambu-tada-sukses-bikin-meriah-festival-morotai-2019 Mon, 12 Aug 2019 09:45:15 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=723 Kompas.com : Bambu Tada Sukses Bikin Meriah Festival Morotai 2019 Selengkapnya »

]]>
Festival Morotai 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Sail Morotai, Rabu (7/8/2019)

KOMPAS.com – Gelaran musik Bambu Tada dan Tari Kolosal Porimori sukses membuat Festival Morotai 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Sail Morotai, Rabu (7/8/2019) lalu, berlangsung dengan sangat meriah.

Dengan dimainkan oleh 2.2124 pemain, atraksi musik Bambu Tada berhasil membuat para penonton merinding usai menyaksikannya.

Harmoninya pun semakin terasa saat instrumen lain, seperti gitar, gamelan Jawa, dan kaste alat musik tradisional khas Morotai ikut mengiringi atraksi tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, penonton lanjut dibuat terpukau dengan pertunjukkan Tari Kolosal Porimori yang dibawakan 550 penari.

Tarian karya koreografer Eko Supriyanto tersebut merupakan gabungan dari lima tari tradisional Morotai, seperti Tari Cakalele, Soya-soya, Lalayon, Dana-dana dan Tari Musik Tada.

“Acaranya sangat keren, bikin merinding. Lima lagu dibawakan sekaligus, ada Tahun 42, Sengsara Ibu, Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan Morotai Negeri Ku,” ujar Eko.

Ditambahkan olehnya, pertunjukkan dua kesenian tersebut sekaligus membuat siapa pun yang menyaksikannya bangga karena Morotai adalah bagian terindah dari lndonesia Hal senada diungkapkan Bupati Morotai Benny Laos. Bahkan, ia berharap lewat festival ini, Morotai bisa lebih dikenal oleh Dunia.

“Morotai akan terus berkembang dengan adanya penataan kawasan, pembangunan, infrastruktur, serta peningkatan SDM. Saya yakin event ini akan mempercepat perkembangan sektor Pariwisata Morotai,”tuturnya.

Tak hanya kesenian Morotai, berbagai atraksi budaya dari daerah lain juga turut memeriahkan Festival Morotai 2019. Misalnya tarian Jawa, Papua, Bugis, dan Melayu yang menjadi representasi ragam suku yang ada di Morotai. Lewat rilisnya Kamis(8/8/2019), Ketua Tim Pelaksana Calendar of Events Wonderful (CoE) Esthy Reko Astuty mengatakan, Festival Morotai 2019 Land of Stories adalah pendatang baru di CoE Kementerian Pariwisata.

“Ajang ini sangat sukses digelar. Meski tahun ini adalah tahun pertama masuk dalam CoE Kemenpar. Tetapi mampu menyedot pengunjung untuk datang dan saksikan Festival Morotai 2019,” ungkapnya. Bahkan, Menteri Pariwisata Arief Yahya turut mengapresiasi terselenggaranya Festival Morotai 2019. “Selamat untuk Morotai. Aktraksi sudah sangat bagus. Aksesnya untuk tahun ini akan ada direct flight Internasional dan akomodasi terpenuhi di Morotai. Terus maju dan perkembanganlah Morotai menjadi destinasi kelas dunia,” pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bambu Tada Sukses Bikin Meriah Festival Morotai 2019”.

https://travel.kompas.com/read/2019/08/08/121355627/bambu-tada-sukses-bikin-meriah-festival-morotai-2019?page=2.
Penulis : Hotria Mariana
Editor : Mikhael Gewati

 

 

]]>
Kompas.com : Tarik Wisatawan, Morotai Diminta Siapkan Ikon Perang Dunia II https://www.jababekamorotai.com/kompas-com-tarik-wisatawan-morotai-diminta-siapkan-ikon-perang-dunia-ii/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kompas-com-tarik-wisatawan-morotai-diminta-siapkan-ikon-perang-dunia-ii Mon, 12 Aug 2019 08:38:46 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=711 Kompas.com : Tarik Wisatawan, Morotai Diminta Siapkan Ikon Perang Dunia II Selengkapnya »

]]>
Narasumber Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai dalam Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Rabu (7/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Festival Morotai berupaya menampilkan daya tarik wisata di Maluku Utara dan sekitarnya sebagai destinasi wisata yang mampu menghadirkan ikon monumental Perang Dunia II.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai di Maluku Utara, Rabu (7/8/2019) mengatakan Festival Morotai yang tahun ini menghadirkan acara puncak bertajuk Land Of Stories menjadi atraksi wisata tersendiri yang bisa menarik wisatawan.

“Saya sampaikan kepada Bupati untuk membuat ikon-ikon Perang Dunia II di Morotai,” kata Arief pada sambutannya di Acara Puncak Festival Morotai dalam siaran pers yang diterima KompasTravel.

Rangkaian acara Festival Morotai 2019 diadakan di eks lokasi Sail Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Rabu (7/8/2019).

Pulau Morotai merupakan satu museum besar Perang Dunia II. Satu hari sebelumnya, Arief mengunjungi beberapa lokasi wisata di Morotai. Salah satunya yakni Museum Perang Dunia II dan Trikora.

Muhlis Eso dan barang peninggalan Perang Dunia II di gubuk museum miliknya di Kecamatan Morotai Selatan, Kepulauan Morotai, Maluku Utara, Senin (18/7/2016).

Menurutnya, museum tersebut sangat menarik karena menyimpan sejarah pada masa Perang Dunia II serta masa pembebasan Irian Barat.Arief melihat antusiasme masyarakat dalam Festival Morotai yang masuk dalam Calender Of Event Tahun 2020. “Dari Maluku Utara ada dua festival yang masuk dalam CoE 2019 yakni Festival Morotai dan Festival Jailolo,” lanjutnya.

Di sisi lain, sebagai faktor pendukung, Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di tingkat nasional. Diikuti oleh Sulawesi Utara dan Maluku sebagai peringkat kedua dan ketiga. Arief berpendapat, ketiga daerah ini memiliki ciri khas yang hampir sama yakni masyarakatnya menyukai seni seperti tarian dan nyanyian.

“Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan per kapita juga naik,” katanya.

Tank amfibi Landing Vehicle Tracked Mark 2 (LVT-2) milik Angkatan Laut Amerika Serikat pada Perang Dunia II saat mendarat di Pulau Morotai di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Maluku Utara, Jumat (15/7/2016).

Tersisa dua kendaaraan tempur dari ratusan kendaraan milik tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Menurut warga setempat, kendaraan bukti sejarah tersebut sudah banyak yang dipotong-potong dan dijual besinya.

Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata. Selain itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI.

“Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini” lanjut Benny Laos. Muhlis Eso merapikan barang temuan sisa Perang Dunia II. Itu dilakukan setiap dia menemukan temuan baru di bilik museum miliknya, di Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (18/7/2016).

Festival Morotai 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Acara disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang sangat antusias. Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

“Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan per kapita juga naik,” katanya.

Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata. Selain itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI.

“Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini” lanjut Benny Laos.

Festival Morotai 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Acara disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang sangat antusias. Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tarik Wisatawan, Morotai Diminta Siapkan Ikon Perang Dunia II”.

https://travel.kompas.com/read/2019/08/07/171200727/tarik-wisatawan-morotai-diminta-siapkan-ikon-perang-dunia-ii?page=1.

Editor : Wahyu Adityo Prodjo

 

 

 

 

]]>
Beautiful blacktip shark in Morotai Island https://www.jababekamorotai.com/beautiful-blacktip-shark-in-morotai-island/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=beautiful-blacktip-shark-in-morotai-island Tue, 02 Apr 2019 07:15:33 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=592

]]>