Uncategorized – Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com THE HUB TO INDONESIAN AND ASEAN MARKETS Tue, 14 Oct 2025 10:37:36 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0.22 https://www.jababekamorotai.com/wp-content/uploads/2019/01/logo_jababeka_morotai-150x150.jpg Uncategorized – Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com 32 32 KEK Morotai Makin Keren Berkat Terapkan Teknologi Canggih dari Jepang https://www.jababekamorotai.com/kek-morotai-makin-keren-berkat-terapkan-teknologi-canggih-dari-jepang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kek-morotai-makin-keren-berkat-terapkan-teknologi-canggih-dari-jepang Mon, 05 Dec 2022 02:43:23 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1790 KEK Morotai Makin Keren Berkat Terapkan Teknologi Canggih dari Jepang Selengkapnya »

]]>
MOROTAI- KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Morotai yang terletakdi Kepulauan Halmahera- Kepulauan Maluku dikenal memiliki pantai indah. KEK Morotai juga saat ini telah dilengkapi teknologi canggih yang ramah lingkungan, yaitu teknologi panel surya dari Jepang. Sandiaga Uno  selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengatakan KEK Morotai memiliki keunggulan geo-strategis, historis, dan wisata bahari dengan keindahan pantai dan bawah laut yang memesona.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Falila Square di Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, Jumat (25/11/2022).

KEK Morotai akan dilengkapi fasilitas bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berupa ekonomi kreatif center dan juga Falila Loft Studio, yang nantinya akan menjadi unit apartemen. Hal ini sebagai upaya membangkitkan perekonomian dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya.

“Pengembangan ini akan membangkitkan ekonomi, menyejahterakan masyarakat, dan juga mengacu pada prinsip sustainable tourism, karena nanti mengembangkan industri ramah lingkungan dan bagian dari percepatan membuka 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024 yang menjadi target kita, saya selalu berjuang untuk ini,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengapresiasi PT Jababeka Morotai yang telah mengembangkan KEK Morotai dengan inovasi teknologi panel surya terbaru dari Jepang.

“Saya berterima kasih juga dengan terobosan yaitu uji coba teknologi panel surya yang terbaru dari Jepang, jadi nanti kita bisa juga melebel ini sebagai green energy, green economy, atau green tourism. Ini adalah pelopor penggunaan energi bersih, energi baru, dan terbarukan,” terang Sandiaga Uno.

Sementara itu, Basuri Tjahaja Purnama  selaku Direktur Utama PT Jababeka Morotai, mengatakan pihaknya menargetkan terciptanya 4000 lapangan kerja dalam mengembangkan KEK Morotai.

“Terima kasih atas komitmennya Menparekraf yang telah hadir di KEK Indonesia, termasuk KEK Morotai. Kami mohon doa dan supportnya untuk mendukung Morotai. Kami percaya Morotai akan menjadi luar biasa,” kata Basuri.

Pj Bupati Pulau Morotai, Umar Ali, berterima kasih kepada pemerintah yang telah menjadikan Pulau Morotai menjadi KEK. Ia berharap KEK Morotai dapat berdampak pada terbukanya peluang pekerjaan seluas-luasnya.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat khususnya Presiden Jokowi yang menyatakan Morotai sebagai pusat ekonomi nasional. Kami percaya KEK ini akan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Dan Falila Square menjadi simbol investasi dan KEK di Morotai,” kata Umar.

Adapun artikel diatas merupakan saduran dari artikel Detik Travel dengan Judul “Makin Keren, KEK Morotai Terapkan Teknologi Canggih dari Jepang”. Selengkapnya klik link berikut: https://travel.detik.com/travel-news/d-6428995/makin-keren-kek-morotai-terapkan-teknologi-canggih-dari-jepang.

]]>
Kementerian Investasi Berkomitmen Dukung Investasi Jababeka Morotai https://www.jababekamorotai.com/kementerian-investasi-berkomitmen-dukung-investasi-jababeka-morotai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-investasi-berkomitmen-dukung-investasi-jababeka-morotai Tue, 09 Nov 2021 02:57:57 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1685 Kementerian Investasi Berkomitmen Dukung Investasi Jababeka Morotai Selengkapnya »

]]>
TIM Kementerian Investasi Republik Indonesia yang dipimpin Nurul Ichwan selaku Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi, berkunjung ke Pulau Morotai, pada 30 September 2021 – 3 Oktober 2021.

Seperti diketahui, Morotai adalah sebuah pulau di Halmahera, Maluku Utara, yang memiliki keindahan laut yang luar biasa, juga sumber daya alam menakjubkan sehingga Morotai pun dipilih Pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan termasuk ke dalam 10 “Bali Baru” oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tujuan kedatangan tim kementerian investasi sendiri ialah untuk mengidentifikasi peluang investasi dan penentuan Destinasi Pariwisata Prioritas Morotai. Selain itu, kedatangan tim kementerian investasi guna mendukung pencapaian target pemerintah dalam hal peningkatan nilai devisa pariwisata, kontribusi PDB pariwisata, penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan wisatawan nusantara dan asing.

Beberapa hal yang menjadi dasar penentuan proyek strategis yang akan dipromosikan oleh pemerintah adalah status kepemilikan tanah yang jelas, lokasi yang strategis, infrastruktur yang memadai serta master plan atau konsep desain untuk kemudian disiapkan pra studi kelayakannya.

Proyek Morotai Paradise Hotel Resort & Condotel yang akan dikembangkan oleh Jababeka Morotai — selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus Morotai — di lokasi premium untuk pariwisata di Tanjung Dehegila memenuhi semua syarat yang ditentukan oleh pemerintah.

Sekedar informasi, proyek Morotai Paradise Hotel Resort dan Condotel merupakan proyek eksklusif 700 kamar hotel dan condotel tepi pantai dengan fasilitas kolam renang, function hall untuk resepsi pernikahan, MICE, beach club dan sebagainya.

“Proyek Morotai Paradise Hotel Resort & Condotel yang akan dikembangkan sudah memenuhi syarat yang ditentukan oleh pemerintah,” ungkapnya singkat di sela kunjungan.

Dalam kunjungan tersebut, Nurul Ichwan dan tim juga meninjau perkembangan investasi PT. Jababeka Morotai – salah satu anak usaha dari PT Jababeka Tbk. Nurul Ichwan dan tim berkunjung ke Morotai Paradise Resort, resort terbaru yang dibangun oleh salah satu investor untuk mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke Morotai.

Setelah itu, Nurul Ichwan dan tim juga meninjau pembangunan di kota baru yang bernama Jababeka Morotai, diantaranya adalah Perumahan Falila yang mulai diminati oleh kalangan millennial karena harga yang terjangkau.

Dan apartemen Loft Studio Falila — yang sedang dalam tahap penyelesaian — yang animo pembelinya juga meningkat trennya. Itu bisa terjadi karena daya tarik Apartemen Loft Studio Falila memberikan rental guarantee dan profit sharing yang sangat menguntungkan. Adapun selama menginap di sana, Nurul dan tim menginap di D’aloha Resort, resort yang dimiliki Jababeka Morotai dengan view langsung menghadap laut.

Tak sebatas itu, Nurul Ichwan dan tim kementerian investasi juga mengadakan rapat dengan Beni Laos selaku Bupati Morotai bersama jajaran pemerintah kabupaten. Tujuannya, untuk mengetahui langsung masalah, kendala serta langkah dukungan yang diperlukan untuk mendukung percepatan perkembangan investasi di Pulau Morotai.

Kunjungan Kementrian Investasi, Pulau Morotai

Di samping itu, Nurul Ichwan dan tim juga mengunjungi beberapa destinasi pariwisata yang diunggulkan di Morotai, diantaranya Pulau Dodola, Pulau McArthur, Pulau Zum Zum, dan menyelam di beberapa diving spot yang menarik untuk dinikmati seperti shark dive  Pulau Mitita, ship wreck  di Desa Wawama, dan aneka jenis terumbu karang serta menikmati fresh tuna sashimi yang dihidangkan dengan sambal roa khas Maluku.

Dari hasil kunjungan selama lima hari tersebut, Nurul Ichwan dan tim kementerian investasi menyimpulkan bahwa KEK Morotai memiliki potensi besar untuk berkembang. Pemerintah Pusat sangat optimis bahwa Morotai – yang memiliki keindah alam pantai & bahari – pariwisatanya akan berkembang, didukung dengan industri perikanan – karena lokasi Pulau Morotai jalur migrasi ikan tuna, dan hub logistik yang memiliki rantai pasok untuk pasar domestik dan internasional – mengingat Morotai berada di jalur perdagangan antar negara dan antar benua.

Morotai juga memiliki potensi yang sangat besar dalam rangka pengembangan destinasi wisata yang akan dipromosikan di tingkat internasional. Dan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan yang disampaikan oleh Bapak Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi, bahwa pemerintah siap mendorong pertumbuhan investasi dengan mempermudah perizinan, baik di pusat maupun di daerah.

Tak ketinggalan Nurul dan tim juga bertemu dengan Basuri Tjahaja Purnama selaku Presiden Direktur Jababeka Morotai. Dalam pertemuan tersebut dijadikan kesempatan Basuri untuk menjelaskan tentang progres investasi di Jababeka Morotai.

Bahwasanya sejak dibukanya penerbangan menuju Morotai, turis lokal sudah mulai berdatangan dan melakukan booking untuk berlibur ke Pulau Morotai. Basuri berharap dengan semakin stabilnya kasus Covid-19 di Indonesia maka kunjungan ke Morotai akan semakin meningkat.

Basuri juga melaporkan bahwa investor dari Kanada sudah melakukan penandatanganan MoU (Memorandum Of Understanding) untuk segera membangun industri di kota baru Morotai serta kawasan pariwisata dalam waktu dekat.

“Investor dari Jepang, Kyudenko -Santomo, berencana membangun Pusat Listrik Tenaga Surya – bisa mendukung green energy – dan OISCA akan membangun tugu peringatan PD II dan pusat pelatihan Agrobisnis di Morotai yang diharapkan bisa meningkatkan keahlian penduduk setempat. Sehingga bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat,” terang Basuri.

Menurut Basuri, sejumlah investor asing berencana untuk melakukan penerbangan charter flight untuk meninjau dan menggali peluang bisnis di Morotai setelah pandemi mereda dan kebijakan pembatasan penerbangan dilonggarkan.

TENTANG PULAU MOROTAI

Morotai adalah sebuah pulau yang terletak di Halmahera, Maluku Utara, yang juga merupakan pulau paling utara dari Indonesia. Morotai memiliki keindahan laut yang luar biasa, juga sumber daya alam yang tak terhingga sehingga Morotai pun dipilih Pemerintah sebagai salah satu destinasi “Bali Baru”. Morotai menawarkan panorama bawah laut yang sangat indah dengan keindahan terumbu karang dan kekayaan ikan laut, snorkeling ataupun diving di sekitar pulau-pulau kecil Morotai akan memberikan pengalaman bawah laut yang luar biasa. Di beberapa titik tertentu, pengunjung pun dapat berenang bersama dengan hiu tanpa harus takut terluka. Pulau Morotai yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan Filipina, menjadikan pulau ini salah satu lokasi paling strategis di Indonesia. Tidak hanya menyimpan keindahan alam, Morotai juga menjadi salah satu wisata sejarah dunia sebagai saksi dari Perang Dunia II. Ditemukan banyak sekali warisan-warisan sejarah, seperti bangkai kapal, bangkai pesawat, dan juga peninggalan-peninggalan perang terdahulu., membuat Morotai dijuluki sebagai “Mutiara di Bibir Pasifik”.

]]>
KEK Morotai Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bagian Timur https://www.jababekamorotai.com/kek-morotai-sebagai-lokomotif-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bagian-timur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kek-morotai-sebagai-lokomotif-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bagian-timur Tue, 09 Nov 2021 02:17:34 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1682 KEK Morotai Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bagian Timur Selengkapnya »

]]>
KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia saat ini belum berjalan optimal, salah satunya sebabnya akibat pandemi. Pula masih ada kendala lain yang mesti diselesaikan agar keberadaan KEK mampu berkontribusi pada perekonomian indonesia.

Tapi, jika Akademisi (Academician), Pelaku Bisnis (Business), dan Pemerintah (Government) atau biasa disebut ABG bisa bersatu, diyakini KEK di Indonesia akan mampu berkembang dan membantu memulihkan perekonomian akibat pandemi. Salah satunya ialah KEK Morotai di Pulau Morotai- Provinsi Maluku Utara yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian Timur.

Optimisme itu sudah bisa terlihat menurut Rini Lestari selaku Ketua Harian KADIN Indonesia Komite Taiwan, melalui meningkatnya perekonomian Indonesia sebesar 7.02 persen pada kuartal dua 2021. Di mana itu ialah capaian tertinggi selama 17 tahun lalu. Ditambah, Pemerintah Indonesia juga berhasil mengendalikan covid-19 dengan kebijakan “rem dan gas”. Sehingga perekonomian saat ini membaik dan itu memberi peluang untuk KEK berkembang juga, termasuk KEK Morotai.

Strategis kembangkan Indonesia bagian timur
Setyono Djuandi Darmono, founder dan chairman PT Jababeka Tbk – perusahaan yang memiliki tiga KEK yaitu Tanjung Lesung- Kendal- Morotai, menerangkan bahwa Pulau Morotai begitu strategis lokasinya sehingga bisa menjadi lokomotif perekonomian Indonesia bagian Timur dari segi logistik.

KEK Morotai berada di perbatasan langsung dengan Samudera Pasifik, sebuah lokus jalur perdagangan antar negara dan antar benua. Di mana negara-negara di kawasan Asia-Pasifik punya tren pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Kemudian, KEK Morotai berada di jalur migrasi ikan tuna, maka KEK Morotai merupakan sumber bahan baku bagi industri pengolahan perikanan. Sehingga banyak hal yang bisa “dieksplor” oleh investor.

Tapi untuk mewujudkan Morotai sebagai pusat logistik di Asia-Pasifik dan industri perikanan, dibutuhkan infrastruktur yang masif. Dan itu, aku Darmono, dibutuhkan konsorsium dengan modal investasi $ 10 miliar.

“Kalau Kota Jababeka di Cikarang, kami menikmati infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, seperti pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Soekarno Hatta, jalan tol, gas dan listrik dan sumber daya manusia. Karena kalau bicara pengembangan KEK Morotai tapi logistiknya belum terbangun, hasil impor dan ekspor kecil. Jadi, (KEK Morotai) perlu infrastruktur yang masif,” terang Darmono dalam Indonesia- Taiwan Economic Webinar 2021 yang mengusung topik Kawasan Ekonomi Khusus: Solusi dan Peluang untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Taiwan, baru-baru ini.

“Referensi (kami) itu Hongkong. Dulu (Hongkong) tidak terlihat perannya, belum berkembang pesat seperti sekarang. Tapi karena geo-politiknya sangat strategis, mereka berkembang. Jadi ini memang proyek jangka panjang,” tambahnya

Buat peraturan menarik
Lebih dalam, dijelaskan Darmono bahwa strategi dalam mengembangkan KEK Morotai di Pulau Morotai ialah membentuk konsorsium dengan negara Taiwan, Jepang, Korea, China atau negara yang perdagangannya tumbuh. Seperti yang dilakukan PT Jababeka Tbk dalam mengembangkan Kawasan Industri Kendala di mana Jababeka bekerja sama dengan Sembcorp dari Singapura.

Kerja sama ini terjadi sebab kedua belah pihak memiliki kelebihan masing-masing, Sembcorp memiliki askes dengan pasar dunia, sedangkan Jababeka mengurus perizinan dan kerjasama dengan dengan pemerintah daerah dan pusat di mana investor asing relatif tidak mampu.

Darmono juga menekankan butuhnya KEK di Indonesia dan KEK Morotai untuk mendapatkan perlakuan khusus, sebuah peraturan yang “menarik” bagi investor. Hal itu bisa didapat dari hasil duduk bersama ABG, sehingga bisa mendapatkan hal-hal prioritas yang diinginkan investor.

“Apa itu? Seperti jalan tol, lapangan terbang, regulasi dan terkait insentif serta kemudahan-kemudahan lainnya. Pokoknya, peraturan tersebut dibuat sebegitu manisnya, sehingga semut-semut pada berdatangan. Seperti, apakah tax holiday saat ini sudah cukup nggak buat mereka (investor)? ,” kata Darmono.

“Karena, kita bisa saja bangun infrastruktur dari uang konsorsium yang kita pinjam dulu, tapi, bisakah kita mendapat kepastian hukum, insentif, kenyamanan keamanan seperti Hongkong. Seperti Kota Jababeka Cikarang dijamin mengelola infrastruktur selamanya, bisakah?,” ungkap Darmono.

Sementara itu Wahyu Utomo selaku Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI, menjelaskan, pemerintah pusat sudah melakukan perubahan aturan melalui hadirnya UU Cipta Kerja.

Wahyu menilai UU Cipta Kerja sangat terkait dengan KEK, seperti kemudahan perizinan usaha melalui perubahan persyaratan izin usaha yang lebih ringkas, adanya insentif pajak – beacukai – fiskal, pengadaan tanah, pemerintah daerah harus mendukung KEK yang telah ditetapkan, dan pembangunan fasilitas-infrastruktur melalui hadirnya proyek strategi nasional.

“Kami juga memperbaiki kelembagaan dan administrasi di mana dijabat oleh profesional agar bisa melakukan percepatan (dalam realisasi investasi),” terang Wahyu

Mendengar hal tersebut, Darmono berharap agar peraturan baru tersebut bisa berjalan dengan baik. Karena Darmono percaya bahwa 19 KEK yang ada di Indonesia pasti berkembang, asal infrastruktur bisa begitu masif dibangun dan dibantu regulasi agar memberi kenyamanan dan keamanan investor, termasuk KEK Morotai.

Cepat atau lembat Morotai akan berkembang

Prof. Martani Huseini selaku Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia, pun meyakini pula hal tersebut, bahwa cepat atau lambat KEK Morotai akan berkembang. Karena keunggulan KEK Morotai termasuk renewable energy yang artinya tidak mengeruk tambang di bumi Indonesia. Tapi semua aktivitas bisnis bisa bergerak. Sehingga potensi KEK Morotai untuk berkembang sangat besar, apakah itu dengan hadirnya industri perikanan terintegrasi ataupun pusat logistik.

“Karena membangun industri di perikanan dan logistik tidak perlu membutuhkan investasi besar dibanding mining atau nikel,” terangnya.

Merespon pertanyaan tersebut, Wahyu juga memiliki proyeksi yang sama atas peluang KEK Morotai berkembang di masa depan. Ia yakin akan ada investor Taiwan yang masuk ke KEK Morotai. Karena sebelumnya sudah ada investor dari Taiwan yang tertarik, tapi karena peraturannya masih pakai kebijakan lama, mereka mundur.

“Dahulu Taiwan mau masuk ke (KEK) Morotai di (industri) perikanan karena kami yakin Taiwan ada potensi dengan perikanan juga. Namun, karena (di Indonesia masih) pakai kebijakan lama waktu itu, Taiwan jadi mundur. Kemudian Taiwan ingin masuk ke Kendal dan Gresik, makanya Kendal dan Gresik jadi KEK,” terangnya.

Lebih dalam, disimpulkan dalam webinar tersebut bahwa saat ini KEK Morotai terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak. Apakah mau joint venture dalam mengembangkan semua kawasan seperti di Kawasan Industri Kendal yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp, atau berbagai pemain bisnis di industri yang beragam guna melengkapi fasilitas di KEK Morotai yang sedang dikembangkan.

Adapun dalam acara tersebut diselenggarakan oleh KADIN Indonesia Komite Taiwan bekerjasama dengan Indonesia Council on World Affairs (ICWA), dengan Ibrahim Yusuf, Wakil Governing Board ICWA selaku moderator.

]]>
Pacu Adrenalin di Perairan Morotai dengan Shark Scubadiving, Menantang Tapi Asyik! https://www.jababekamorotai.com/pacu-adrenalin-di-perairan-morotai-dengan-shark-scubadiving-menantang-tapi-asyik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pacu-adrenalin-di-perairan-morotai-dengan-shark-scubadiving-menantang-tapi-asyik Tue, 27 Oct 2020 03:30:23 +0000 https://www.jababekamorotai.com/?p=1616 Pacu Adrenalin di Perairan Morotai dengan Shark Scubadiving, Menantang Tapi Asyik! Selengkapnya »

]]>
Geliat pariwisata di perairan Pulau Morotai kian hari semakin bergairah. Tak hanya pasir putih dan pantainya yang elok serta wisata sejarah saja, Kawasan Ekonomi Khusus yang dikelola oleh PT Jababeka Morotai ini juga memiliki tempat wisata yang menantang adrenalin yang jarang ditemukan di destinasi wisata lainya.

Adalah “Shark Scubadiving yang mengajak para pelancong untuk menyelam bersama dengan ikan hiu karang di alam bebasnya. Adapun jenis ikan hiu yang ada di pulau Morotai, meliputi hiu sirip hitam, hiu sirip putih, hiu karang abu-abu, hiu paus, halmahera walking shark, hammerhead shark hingga bull shark.

Untuk dapat bertemu dengan hewan laut ini, para pelancong harus menyelam dikedalaman 19 hingga 21 meter di bawah laut. Di kedalaman itulah biasanya belasan hiu sirip hitam atau blacktip reef shark berenang hilir mudik. 

“Inilah kumpulan hiu sirip hitam terbanyak yang pernah saya jumpai selama menyelam di Morotai. Pengalaman yang tak terlupakan berjumpa dengan mahluk legendaris yang menghuni laut Morotai” ujar Paul, salah satu peneliti dari Marine Change yang pernah menyambangi destinasi wisata 

Untuk merasakan sensasi berenang bersama dengan ikan hiu, para pelancong tak perlu khawatir. Karena di spot diving tersebut telah ada dive centre yang menyediakan guide untuk wisatawan yang ingin menikmati sensasi menantang pada kegiatan menyelam di tempat ini. Para guide ini, selain sudah terlatih juga telah mempelajari perilaku para hiu.

Salah satu titik penyelaman yang menarik adalah Mitita Shark Dive Point. Disini para penyelam akan disuguhi atraksi yang sangat menarik. Mereka bisa berenang bersama hiu dan berfoto dengan mereka. 

Kegiatan ini memang mengundang rasa penasaran tersendiri bagi penyelam, maka, tak heran jika makin hari makin banyak wisatawan yang datang untuk menyelam dan melihat lebih dekat dengan penguasa lautan ini.

Hal ini terlihat dari jumlah penyelam di Morotai yang mengalami peningkatan sejak tahun 2013. Per tahunnya sekitar 400 hingga 1.000 orang pengunjung datang ke Morotai. 

Setiap tahun kunjungan wisatawan di pulau yang juga disebut sebagai Maladewa Indonesia ini terus meningkat seiring dengan semakin baiknya sarana dan prasarana wisata seperti pelabuhan, kapal-kapal wisata dan dive operator

]]>